Sidang Paripuran DPRD, Sekda Luwu Serahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022

Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu, Sulaiman menyerahkan naskah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022 ke Ketua DPRD Luwu di ruang sidang paripurna Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Senin (26/06/2023).

BELOPA—Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu, Sulaiman menyerahkan naskah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022 ke DPRD pada rapat paripurna, Senin (26/06/2023).

Dalam pidato pengantar, Sulaiman menjelaskan bahwa dalam naskah ranperda tersebut memuat 7 jenis laporan.

Bacaan Lainnya

“Sebagaimana diamanatkan dalam peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah, pemerintah daerah menyusun laporan keuangan yang terdiri atas tujuh jenis laporan yang merupakan satu kesatuan, yaitu laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, neraca, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan,” katanya.

Secara singkat, Sulaiman juga menguraikan tentang gambaran umum pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022.

“Realisasi pendapatan daerah adalah sebesar Rp.1,476 trilyun lebih, yang bersumber dari  Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp.163,816 milyar lebih, pendapatan transfer sebesar Rp.1,277 trilyun lebih, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp.34,566 milyar lebih,”terangnya.

Pemerintah daerah, lanjut Sekda Luwu, dari tahun ke tahun  telah berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan meningkatkan penerimaan pajak baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi.

“Belanja daerah dilakukan berdasarkan pada prinsip pengendalian anggaran belanja daerah dengan tetap menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar dan alokasi belanja minimum dengan mempertimbangkan penghematan dan efesiensi penggunaan belanja daerah, menjamin terlaksananya kegiatan administrasi pemerintahan serta terselenggaranya agenda-agenda daerah lainnya,” bebernya.

“Sementara untuk realisasi belanja daerah di tahun anggaran 2022 ialah sebesar Rp.1,470 trilyun lebih yang terdiri dari belanja operasional sebesar Rp.957,681 milyar lebih, belanja modal sebesar Rp.267.083 milyar lebih, belanja tak terduga sebesar Rp.3,641 milyar lebih, sedangkan belanja transfer sebesar Rp.241,609 milyar lebih. Berdasarkan realisasi pendapatan daerah dan realisasi belanja daerah, maka surplus anggaran yang terjadi pada tahun anggaran 2022 adalah sebesar Rp.6,087 milyar,”tutup Sulaiman.(rls/fit)































Pos terkait