Survei Cawapres di Jawa Barat: Ridwan Kamil 30.4%, Erick Thohir 14.5% dan Muhaimin Iskandar 13.0%

Arya Budi, Direktur Riset Poltracking Indonesia, (ft: ist).

JAKARTA — Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki wajib pilih terbesar di Indonesia. Wilayah ini terdapat 35.7 juta pemilih atau setara 17.6% secara nasional.

Sehingga para tim kandidat Capres dan Cawapres melakukan kerja-kerja politiknya secara total full di provinsi ini. Dalam survei yang dilakukan Poltracking Indonesia pada 25 September – 1 Oktober 2023 di 27 Kabupaten/Kota, se-Provinsi Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Adapun salah satu temuan surveinya adalah peta kekuatan elektoral Cawapres. Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1000 responden dengan margin of error +/- 3.1% pada tingkat kepercayaan 95%.

Demikian diungkapkan Direktur Riset Poltracking Indonesia, Arya Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/10/23). Menurutnya kontribusi suara di Jawa Barat sangat menentukan perolehan suara Capres-Cawapres ataupun partai politik di tingkatan nasional pada Pemilu 2024 mendatang.

Arya menjelaskan temuan elektabilitas calon wakil presiden di Jawa Barat. Pada simulasi 11 nama calon wakil presiden, Ridwan Kamil memperoleh angka elektabilitas (30.4%), diikuti Erick Thohir (14.5%). Kemudian ketiga Muhaimin Iskandar dengan (13.0%).

“(Selanjutnya) Sandiaga Salahuddin Uno (9.1%), Agus Harimurti Yudhoyono (8.1%), Mahfud MD (3.2%), Gibran Rakabuming Raka (3.1%), Andika Perkasa (2.0%), Puan Maharani (1.4%), Airlangga Hartarto (1.1%), dan Khofifah Indar Parawansa (0.5%),” rinci dia, dikutip, Rabu (11/10/23).

Sedangkan menurutnya survei terhadap simulasi 10 nama calon wakil presiden, Ridwan Kamil masih konsisten berada di posisi teratas dengan memperoleh angka elektabilitas (32.0%), diikuti Erick Thohir (14.9%) dan Muhaimin Iskandar (13.1%), “(Kemudian) Sandiaga Salahuddin Uno (9.2%), Agus Harimurti Yudhoyono (8.4%), Mahfud MD (3.2%), Andika Perkasa (2.0%), Puan Maharani (1.4%), Airlangga Hartarto (1.1%), dan Khofifah Indar Parawansa (0.5%),” sebut dia.

Arya mengatakan klaster survei menjangkau 27 kabupaten/kota di Jawa Barat secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih. Metode sampling representasi seluruh populasi pemilih secara lebih akurat.

Ia mengklaim pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi digital terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.

Sehingga, maksud dan tujuan dari survei ini adalah untuk mengukur peta kekuatan elektoral calon presiden (capres), calon wakil presiden (cawapres), dan partai politik di Jawa Barat. Mengapa Jawa Barat? Karena Jawa Barat merupakan provinsi dengan DPT terpadat mencapai 35.7 juta pemilih atau setara 17.6% secara nasional.

“Temuan ini merupakan potret terbaru dari survei yang dilakukan pada akhir September sampai awal Oktober 2023. Peta politik masih sangat mungkin berubah bergantung kalkulasi elite dan keputusan pemilih dalam memantapkan pilihannya dalam Pemilu 2024,” pungkasnya.

(jhn/*)































Pos terkait