Tertarik Budidaya Porang, Walikota Palopo Bawa Penyuluh Pertanian Berguru di Sidrap

  • Whatsapp
4

SIDRAP – Walikota Palopo HM Judas Amir memboyong Penyuluh Pertanian Kota Palopo melakukan studi banding ke Kebun Porang Semangat Milenial di Desa Talumae Kecamatan Watangsidenreng Kabupaten Sidrap, (29/08/2020). Hadir Juga Kadispertanakbun Palopo, Andi Bakhtiar.

Ketua Nasdem Luwu itu datang bersama  Penyuluh Pertanian Kota Palopo langsung disambut inisiator budidaya porang Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif, Kedatangannya untuk mempelajari cara membudidaya porang

Bacaan Lainnya

Walikota Palopo HM Judas Amir mengatakan dirinya sengaja memboyong penyuluh kota palopo untuk belajar budidaya porang di Sidrap.

“Waktu Pak Menteri Pertanian datang, saya sudah niatkan untuk memboyong penyuluh kita di Palopo untuk datang belajar di dini. Prospek porang ini kedepan sangat luar biasa. Atasnama pemerintah kota Palopo juga menyampaikan selamat atas penghargaan yang diterima Syaharuddin Alrif dari Menteri Pertanian Sebagai Petani Porang Inspiratif 2020,” jelas Judas Amir.

Syaharuddin Alrif yang juga Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan ini adalah penggagas tanaman porang di Sulsel mengatakan bahwa dirinya memulai ini dari lahan tidur yang dikelola dengan baik sehingga seperti ini.

“Terima kasih atas kunjungan Pak Walikota Palopo yang sudah ketiga kalinya datang ke perkebunan porang kami. Semangat pak Walikota untuk ikut menggerakkan pertanian di kota Palopo sangat luar biasa. Apalagi kedatangan ayahanda kita ditemani para penyuluh pertanian yang menjadi ujung tombak penggerak pertanian khususnya di kota Palopo” jelas suami Hj.Haslinda Hasan ini

Saat ini, Syaharuddin Alrif telah memfasilitasi masyarakat Sulsel untuk memulai menanam porang. Menurutnya bertani porang harus memiliki semangat kerja yang harus total agar hasilnya juga luar biasa.

“Setelah kunjungan ini, saya berharap para penyuluh langsung bergerak menyampaikan ini kepada petani kita di kota Palopo. Semoga bisa memotivasi petani petani kita untuk terus lebih giat bekerja. Di perkebunan porang kami juga telah banyak memfasilitasi petani yang ingin bertani porang, mulai dari penyediaan bibit bahkan sampai penjualan hasil porang kami akan fasilitasi, tentu kerja seperti ini dibutuhkan konsistensi dan semangat kerja agar hasilnya mengembirakan. Jangan malu jadi petani,” tutupnya. (*)

Pos terkait