MAKASSAR — Bupati Gowa, St Husnia Talenrang, tiba di Makassar pada Senin (21/9/2026) malam, beberapa jam setelah Kantor Bupati Gowa dan rumah jabatan (rujab) bupati digeledah tim gabungan aparat penegak hukum.
Husnia terbang dari Jakarta menuju Makassar menggunakan pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 216. Pesawat berangkat sekitar pukul 20.30 WIB dan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sekitar pukul 23.50 WITA.
Saat berada di dalam pesawat, Husnia terlihat menelepon sebelum duduk di kursi baris kedua dari depan. Beberapa menit sebelum pesawat lepas landas, tampak seorang pria yang disebut-sebut mirip BK, sosok yang selama ini dikaitkan dengan Bupati Gowa, juga terlihat masuk dalam pesawat menuju kursi penumpang bagian tengah.
Setibanya di Bandara Sultan Hasanuddin, Husnia langsung berjalan cepat menuju pintu keluar. Meski demikian, ia masih sempat melayani penumpang yang mencegatnya meminta berfoto bersamanya.
Wartawan juga sempat bercengkrama dengan Husnia dan menanyakan agenda selama berada di Jakarta, termasuk kehadirannya dalam kegiatan HUT Partai Amanat Nasional (PAN).
Dengan singkat, Husnia menyebut dirinya hanya menghadiri kegiatan tersebut untuk memenuhi daftar hadir.
“Saya hanya absen saja (di kegiatan HUT PAN),” ujar Husnia sembari tersenyum dan terus berjalan menuju pintu keluar bandara.
Di area penjemputan, sebuah mobil berwarna hitam telah menunggu. Husnia kemudian masuk ke dalam kendaraan tersebut dan meninggalkan area bandara.
Kepulangan Husnia ke Makassar terjadi beberapa jam setelah aparat penegak hukum melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Gowa dan rumah jabatan bupati.
Penggeledahan berlangsung pada Senin sore dan melibatkan tim gabungan Tipidkor Polda Sulsel, Polresta Gowa, serta Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.
Sekitar pukul 15.55 WITA, personel gabungan mulai memasuki Kantor Bupati Gowa melalui lobi utama.
Kapolresta Gowa Kombes Pol Muh Yusuf Usman terlihat turut memasuki kantor tersebut. Selain itu, tampak Kabag Ops Polresta Gowa Kompol Darwis dan Kasubdit Tipidkor Polda Sulsel AKBP Jufri berada di lokasi.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, penggeledahan berkaitan dengan dugaan pungutan liar (pungli), tindak pidana pencucian uang (TPPU), serta gratifikasi dalam proses perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan sejumlah perizinan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa.
Namun, ketika penggeledahan berlangsung, Husnia tidak berada di Kantor Bupati maupun rujab.
Kuasa hukum Husnia, Adhi Bintang, S.H., mengatakan kliennya sedang berada di Jakarta untuk menjalankan agenda kedinasan setelah menerima undangan resmi dari Kementerian Pertanian. (*)







