MAKASSAR- Sepekan peristiwa naas jatuhnya pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh korban jatuhnya pesawat milik Indonesia Air Transaport (IAT), Jumat (23/01/2026).
Korban terakhir dilaporkan ditemukan oleh tim Elang 5 dari Yonif 700 Raider Kodam XIV/Hasanuddin bersama tim SAR gabungan sekitar pukul 09.16 Wita.
“Tadi dipastikan baru bisa berkomunikasi detail dengan koordinat pukul 09.16 Wita, korban ke-10 (terakhir) telah ditemukan,” kata Asisiten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Priyo Hadi di Posko Tompo Bulu, Kecamatan Pangkep.
Ia menjelaskan bahwa, selama tujuh hari pencarian para korban, semuaproperti penting pesawat dan seluruh korban ATR 42-500 telah berhasil ditemukan.
“Alhamdulillah, hari ke-7 kita telah menemukan seluruh korban, termasuk benda penting yang di pesawat, korban terakhir ditemukan berdekatan dengan enam korban lain yang lebih dahulu telah ditemukan,” terang Dody.
“Tadi kami plotting, dan juga konfirmasi sambil proses, diinformasikan, posisi satu areal dengan yang enam korban kemarin ditemukan,” ungkapnya.
Dody juga mengungkapkan bahwa, saat evakuasi korban, tim SAR gabungan terkendala dengan medan, sebab kata Dia, posisi korban berada di area tebing curam atau jurang gunung yang berdekatan dengan aliran air sehingga menyulitkan proses.
“Lokasinya di cekungan tebing atau jurang seperti sungai, jadi kalau hujan menjadi aliran air, namun posisinya itu di darat,” katanya.
“Meski demikian, kami pastikan proses evakuasi tatap dilakukan dengan teknik khusus, namun saat ini proses evakuasi masih berjalan, jadi bayangkan satu areal tim SAR harus terun lagi dalam corak cekungan jurang,” tambah Dody.
Asisiten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Priyo Hadi juga menambahkan bahwa, dari lima korban yang sebelumnya telah ditemukan, dua korban telah mendekati titik penjemputan dan sudah sampai di lanud.
“Sementara tiga korban lainnya masih dalam proses evakuasi, dan sekarang dua paket masih proses untuk didekatkan ke titik penjemputan heli. Kita berharap kondisi cuaca membaik, agar semua korban dapat segera dievakuasi menggunakan helicopter,” ungkanya.
Sebelumnya diketahui, pesawat jenis ATR 42-500 yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport dilaporkan jatuh pada Sabtu (17/01/2026) saat dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Pesawat yang membawa 10 orang (sebelumnya diberitakan 11) itu terdiri dari tujuh kru dan tiga orang penumpang hilang kontak dan menabrak lereng Gunung Bulusaraung. Sebelum hilang kontak, pesawat tersebut terdeteksi terakhir kali melakukan komunikasi dengan petugas lalu lintas udara sekitar pukul 13.17 Wita.
Komunikasi antara pilot dan ATC terputus saat berada di wilayah udara Maros-Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Beberapa saat sebelum komunkasi terhenti, ATC sempat memeberikan arahan, sebab pesawat dilaporkan tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya menuju Bandara Sultan Hasanuddin sesuai jadwal. (*)












