DaerahHeadlineLuwu RayaSulsel

Puluhan Tahun Hanya Dijanji, Sejumlah Aliansi Masyarakat Pejuangkan Pemekaran DOB Provinsi Luwu Raya

×

Puluhan Tahun Hanya Dijanji, Sejumlah Aliansi Masyarakat Pejuangkan Pemekaran DOB Provinsi Luwu Raya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260123 170922 e1769161533100
Adiatma, salah satu dari peserta aksi saat berorasi di perbatasan Belopa-Cimpu, Kabuapten Luwu menutut pembentukan pemekaran DOB Provinsi Luwu Raya, Jumat (23/01/2026).

LUWU- Tepat di puncak peringatan Hari Perlawan dan Hari Jadi Luwu, aliansi Pemuda, Masyarakat, dan Mahasiswa Se-Luwu Raya menggelar aksi perjuangan menuntut pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Raya, Jumat (23/01/2026).

Aksi perjuangan DOB Luwu Raya itu digelar serentak dibeberapa titik berbeda. Di perbatasan Belopa-Cimpu, Jenderal Lapangan Aliansi, Noldi mengatakan bahwa, aksi yang gelar tersebut merupakan bagian dari perjuangan panjang masyarakat Luwu dalam menagih janji Negara terkait pemekaran wilayah.

“Perjuangan hari ini, bukanlah perjuangan sesaat, ini adalah kelanjutan dari perjuangan para pendahulu kami. Tidak ada alasan bagi masyarakat Luwu untuk berhenti menagih janji Negara,” kata Jendlap aksi dalam orasinya di perbatasan Belopa-Cimpu, Kabupaten Luwu.

Adiatma, peserta aksi lainnya dengan lantang mengatakan bahwa tuntutan pemekaran Luwu Raya merupakan bentuk penagihan janji Negara yang sejak puluhan tahun lalu disampaikan Negara kepada masyarakat Luwu.

“Jika dahulu masyarakat Luwu berjuang mengusir penjajah, maka hari ini kami berjuang menagih janji pemerkaran Luwu Raya sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Negara,” ucapnya.

Adiatma juga menegaskab, perjuangan yang ia dan rekan-rekannya lakukan bukanlah tindakan separatis, melainkan sebagai upaya memperjuangkan hak masyarakat untuk mengelola wilayahnya sendiri.

“Kami tidak ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kami hanya ingin memekarkan tanah kelahiran kami sendiri. Luwu Raya memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang mampu dikelola secara mandiri,” tegasnya.

Selain itu, dalam orasinya, Adiatma juga menyinggung ketidakhadiran Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman pada peringatan hari perlawanan masyarkat Luwu yang jatuh tepat pada hari ini (23/01/2026).

“Ketidakhadiran Gubernur Sulsel tentu menimbulkan tanda tanya, namun perjuangan kita tidak boleh surut, kami akan tetap menagih janji Negara terkait pemekaran Luwu Raya,” ucapnya.

“Tuntutan pemekaran bukanlah janji personal tokoh tertua, melainkan janji Negara kepada masyarakat Luwu yang telah berlangsung sejak lama. Ini bukan janji Bung Karno, untuk itu kami menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kepastian atas pemekaran Luwu Raya,” pungkas Adiatma dalam orasinya.

Diketahui, aksi sejumlah aliansi ini terlaksana disejumlah titik perbatasan mulai dari perbatasan Luwu-Wajo, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara,  hingga perbatasan Luwu Timur-Sulteng. Mereka menuntut pemekaran DOB Provinsi Luwu Raya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *