HeadlineInternasionalNasional

WNI Diculik Israel di Laut Mediterania Dalam Misi Kemanusian, Salah Satunya Warga Kabupaten Luwu, Provinsi Sulsel

×

WNI Diculik Israel di Laut Mediterania Dalam Misi Kemanusian, Salah Satunya Warga Kabupaten Luwu, Provinsi Sulsel

Sebarkan artikel ini
IMG 20260519 163848
Kelima Warga Negara Indonesia (WNI) yang diculik oleh tentara Israel saat melakukan pelayaran misi kemanusiaan di perairan internasional (Laut Mediterania). Salah satunya warga Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Angga Prasadewa, dan empat orang jurnalis Indonesia.
56 / 100 Skor SEO

JAKARTA- Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut dalam pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza, Palestina diculik oleh militer Israel di laut Mediterania, Selasa (19/05/2026).

Salah seorang dari WNI tersebut diketahui bernama Andi Angga Prasadewa asal Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan yang turut diculik oleh tentara Israel.

Dalam video yang beredar, Andi Angga Prasadewa menyatakan bahwa, ia telah diculik oleh zionis Israel di perairan Internasional.

“Assalamualaikum waramatulahi wabarakatuh, saya Andi Angga Prasadewa, jika anda melihat video ini berarti saya telah di culik oleh zionis Israel di perairan Internasional,” ucapnya dalam video berdurasi 1 menit 8 detik yang beredar di jagat maya, Senin (18/05/2026) malam.

“Saya adalah bagian dari misi Global Peace Convoy Indonesia yang berlayar menuju ke Gaza untuk menunjukkan solidaritas dengan rakyat Gaza. Penculikan saya ini menunjukkan sekali lagi bahwa, resim zionis Israel dan pendukungnya bertindak untuk melanjutkan pengepungan dan genosida mereka. Dunia harus bangkit, Pemerintah Indonesia haru menempuh jalur hukum untuk membebaskan kami dari penculikan yang semena-mena ini, Assalamu alaikum,” tutup Andi Angga Prasadewa sebelum akhirnya benar-benar hilang kontak.

Sementara empat orang lainnya merupakan jurnalis Indonesia yang juga turut dalam misi kemanusiaan itu. Mereka adalah Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai, wartawan Republika.

Kemudian Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho, dan jurnalis lainnya dari GPCI bernama Rahendro Herubowo.

Kecaman dan Desakan Jalur Diplomatik

Penculikan warga sipil dan jurnalis WNI yang dilakukan oleh tentara Israel di perairan Internasional itu menuai kecaman dari berbagai kalangan. Diantara Dewan Pers.

Melalui Surat Pernyataan Sikap Dewan Pers Nomor:05/P-DP/V/2026, menyatakan bahwa, Angkatan Lau Israel (Israel Navy) mencegat dan menangkap romobongan kru dan awak kapal Gllobal Sumud Flotila 2.0, koalisi masyarakat sipil internasional yang berusaha mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza Palestina, Senin 18 Mei 2026.

Dalam surat pernyataan sikap yang di tanda tangani oleh Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat tersebut, menyatakan bahwa

  1. Dewan Pers mengecam tindakan militer Israel yang melakukan pencegahan dan penangkapan terhadap jurnalis Indonesia bersama awak sipil lainnya di perairan internasional saat dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina.
  2. Meminta Indonesia menggunakan jalur diplomatiknya untuk membebaskan wartawan dan warga sipil Indonesia lainnya yang ditangkap Israel. Termasuk membantu pemulangannya ke Indonesia.

Mejelis Ulama Indonesia

Dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Digital, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Pof Sudarnoto Abdul Hakim menyatakan bahwa, 100 aktivis kemanusiaan dilaporkan telah diamanankan dalam operasi yang memicu kecaman internasional. Dia menilai hal tersebut telah menghambat misi kemanusiaan sekaligus menciderai kebebasan pers.

“Tindakan Israel ini menunjukkan ketakukan terhadap semakin besarnya solidaritas dunia terhadap perjuangan rakyat Palestian. Saya sangat prihatin menerima berita beberapa wartawan diculik oleh tentara Israel. Atas nama MUI saya ingin menegaskan bahwa, tindakan Israel yang menghalangi langkah kemanusiaan melalui kapal Sumud Flotilla termasuk penculikan beberapa wartawan yang ikut serta dalam misi ini adalah tindakan yang memalukan,” tegas Sudarnoto dalam keterangan tertulisnya.

Prof Sudarnoto juga menegaskan bahwa, penangkapan terhadap wartawan maupun aktivis kemanusiaan tidak akan menghentikan dukungan duniat terhadap Palestina, bahkan kata Dia jutsru akan memperbesar gelombang perlawanan global terhadap kebijakan Israel.

“Penculikan terhadap wartawan dan kepada siapapun yang berusaha menembus blockade Israel untuk misi kemanusiaan ini diyakinkan akan memperbesar perlawanan global kepada Israerl,” ucapnya.

Atas peristiwa itu, Prof Sudarnoto juga mendesak pemerintah Indonesia untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan langkah konket dalam melindungi warga Negara Indonesia yang ditahan oleh Israel.

“Kepad pemerintah Indonesia, saya juga mendorong langkah-langkah terukur untuk melindungi warga Negara kita yang diculik Israel, jangan biarkan ditahan oleh Israel, “ ujarnya.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Kecaman serupa juga dilontarkan oleh Kementerian Luar Negeri RI. Insiden pencegatan yang terjadi di wilayah perairan Siprus, Laut Mediterania Timur itu merupaan tindakan represif yang dilakukan oleh tentara Israel.

Juru Bicara Kemenlu, Yvonne Merengkang menyatakan dengan tegas mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal beserta awak misi kemanusiaan internasional yang saat ini ditahan.

“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” tegasnya.

Berdasarkan data terkini yang berhasil dihimpun, sedikitnya 10 kapal terkonfirmasi telah ditangkap oleh Zionis Israel. Beberapa kapal yang masuk dalam daftar penahanan yakni, kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang WNI bernama Andi Angga Prasadewa asal Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan delegasi dari GPCI-Rumah Zakat yang berasa di atas kapal Josef. (*)

Berikut nama-nama WNI yang diculik oleh zionis Israel ;

  1. Thoudy Baday (Jurnalis Republika) – Kapal Ozgurluk
  2. Rahendro Herubowo –Kapal Ozgurluk
  3. Bambang Nuroyono (Jurnalis Republika) – Kapal Boralize
  4. Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis TV Tempo) – Kapal Ozgurluk
  5. Andi Angga Prasadewa (Aktifis) – Kapal Josef

Selain itu, ada sejumlah WNI yang dikabarkan masih berlayar, diantaranya

  1. Ronggo Wirasnu (Aktivis) – Kapal Zefiro
  2. Herman Budianto (Aktivis) – Kapal Zefiro
  3. As’ad Aras (Aktivis) – Kapal Kasri Sadabat
  4. Hendro Prasetyo (Aktivis) – Kapal Sadabat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *