HeadlineInternasional

Mendapat Perlakuan tidak Manusiawi oleh Tentara Israel, Sembilan WNI kini Dalam Proses Pemulangan ke Tanah Air, Termasuk Andi Angga Prasadewa

×

Mendapat Perlakuan tidak Manusiawi oleh Tentara Israel, Sembilan WNI kini Dalam Proses Pemulangan ke Tanah Air, Termasuk Andi Angga Prasadewa

Sebarkan artikel ini
images 6
Kesembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat diculik oleh militer Israel saat melakukan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.O kini dalam penanganan perwakilan pemerintah RI di Istanbul, Turki untuk proses pemulangan ke Tanah Air, salah satunya ialah Andi Anggara Prasadewa, aktivis kemanusiaan asal Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.
54 / 100 Skor SEO

JAKARTA- Sembilan warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya diculik oleh militer Israel di perairan internasional Mediterania dipastikan selamat dan kini tengah berada di Istanbul, Turki untuk kemudian dipulangkan ke Tanah Air, Jumat (22/05/2026).

Kesembilan WNI tersebut sebelumnya diketahui mengukuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.O menuju Gaza, Palestina. Pemerintah Indonesia sendiri terus mengawal proses pemulangan para relawan dan jurnalis tersebut agr dapat segera kembali ke Tanah dengan aman termasuk Andi Angga Prasadewa, seorang warga Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan yang juga turut serta dalam pelayaran misi kemanusiaan itu.

“Sembilan WNI yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan peangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.O saat ini telah berada di Istanbul, Turki, dan dalam pendampingan perwakilan pemerintah Indonesia,” kata Menteri Luar Negeri RI, Sugiono.

“Komjen RI di Istanbul saat ini telah bersama dengan sembilan relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.O,” tambah Sugiono.

Sugiono menegaskan, pemerintah Indonesia akan terus memastikan seluruh proses pemulangan berjalan lancar hingga kesembilan WNI tiba di Indonesia.

“Kementerian Luar Negeri RI sejak awal telah mengoptimalkan berbagai jalur diplomatic untuk membebaskan para WNI tersebut, dan memastikan semuanya kembali ke Tanah Air secepat mungkin,” ujarnya.

Meski terbebas dari penculikan militer Israel, kesembilan WNI tersebut mengaku mendapat perlakukan yang tidak manusiawai. Rahendra Herubowo salah seorang WNI yang sempat diculik oleh militer Israel mengaku sempat mendapatkan perlakukan kekrasan.

“Sempat mendapat beberapa kali kekerasan, dada dan bagian belakang saya ditendang, bahkan terakhir (sebelum bebas) sempat diestrum oleh militer Israel,” katanya seperti yang dikutip dari porstingan selegram Chikfauwzi.

Jurnalis TV Tempo, Andre Prasetyo juga mengungkapkan pengalaman mencekam yang dialami para aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla usai diculik oleh tentara Zionis Israel.

“Pas di-intersep, mereka tuh (militer Israel) kayak malaikat, bilangnya ‘evrything it’s fine’ (semua akan baik-baik saja),” ujar Andre mengukutip ucapan tentara Zinonis Israel.

Menurut kesaksian Andre, para aktivis yang diculik dalam misi kemanusiaan itu sempat diikat sangat kencang hingga aliran darah terganggu hingga nyaris membuat mereka pingsan.

“Setelah masuk ke kapal mereka, kami mendapat perlakukan kasar, dan kami diteriaki sebagai teroris,” bebernya.

Informasi yang dihimpun, seluruh WNI termasuk relawan kemanusiaan asal Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Angga Prasadewa yang tergabung dalam tim Global Sumud Flotilla 2.O sempat ditahan dan diinterogasi di Penajara Ktziot, salah satu fasilitas penahanan di wilayah Israel, sebelum akhirnya dibebaskan berkat upaya diplomasi Pemerintah Indonesia dan Turki.

Sejak dilaporkan mengalami intersep di perarian internasional, insiden ini memicu kecaman luas dari baebagai pihak di Indonesia, termasuk organisasi hak asasi manusia yang memandang pencegatan di perairan internasional sebagai pelangagran hukum mumaniter internasional.

Sekadar diinformasikan, saat ini kesembilan warga Negera Indonesia termasuk Andi Angga Prasadewa tengah menjalani proses pemulangan kembali dari Istanbul, Turki menuju Tanah Air Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *