HeadlineLuwu Raya

Sidang Sinode Gereja Toraja Berjalan Lancar, Ribuan Peserta Beri Dampak Positif bagi Ekonomi Palopo

×

Sidang Sinode Gereja Toraja Berjalan Lancar, Ribuan Peserta Beri Dampak Positif bagi Ekonomi Palopo

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 07 13 at 15.23.07
Ketua Umum Panitia SSA XXVI Gereja Toraja, David Somalinggi, mengatakan seluruh persiapan dan pelayanan yang dilakukan panitia dilandasi semangat pengabdian dan ditujukan untuk mendukung kelancaran jalannya persidangan.
60 / 100 Skor SEO

PALOPO – Pelaksanaan Sidang Sinode Am (SSA) XXVI Gereja Toraja yang digelar di Kota Palopo memasuki hari kelima dengan suasana yang tetap khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Sejak dibuka pada 9 Juli 2026, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi kehidupan bergereja, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Rangkaian pembukaan SSA XXVI mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dikemas secara megah, sarat nilai spiritual, dan mencerminkan semangat persatuan warga Gereja Toraja. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, anggota DPR RI, tokoh keagamaan, serta pejabat pemerintah dari wilayah Luwu Raya maupun Sulawesi Selatan.

Ketua Umum Panitia SSA XXVI Gereja Toraja, David Somalinggi, mengatakan seluruh persiapan dan pelayanan yang dilakukan panitia dilandasi semangat pengabdian dan ditujukan untuk mendukung kelancaran jalannya persidangan.

Menurutnya, panitia berupaya memastikan seluruh peserta dapat mengikuti agenda sidang dengan nyaman sehingga fokus pada tujuan utama, yakni memperkuat pelayanan, persekutuan, dan arah pelayanan Gereja Toraja ke depan.

“Seluruh unsur panitia bekerja dengan semangat melayani agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan tetap berfokus pada misi utama sidang,” ujarnya.

David menjelaskan, pelaksanaan SSA XXVI juga memberikan dampak positif bagi kehidupan bergereja di wilayah Tana Luwu. Keterlibatan puluhan jemaat sebagai tuan rumah berbagai kegiatan pendukung menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan sidang.

Sebanyak 49 jemaat terlibat aktif dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah dinilai semakin mempererat hubungan antarjemaat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan pelayanan.

“Kehadiran peserta dari berbagai daerah memperkuat relasi antarjemaat, menumbuhkan semangat melayani, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Ia menambahkan, hingga hari kelima pelaksanaan, seluruh agenda berjalan sesuai jadwal berkat dukungan panitia, peserta, jemaat, dan masyarakat. Meski masih terdapat sejumlah hal yang menjadi bahan evaluasi, semangat persaudaraan dan pelayanan tetap menjadi landasan utama penyelenggaraan sidang.

“Jika masih ada kekurangan, tentu menjadi bahan evaluasi bersama. Namun yang terpenting, semangat persaudaraan, pelayanan, dan kemuliaan Tuhan tetap menjadi fondasi utama pelaksanaan SSA XXVI,” tuturnya.

Dorong Perputaran Ekonomi dan UMKM

Selain memperkuat kehidupan persekutuan gereja, pelaksanaan Sidang Sinode Am XXVI juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Palopo.

David mengungkapkan, kedatangan warga Toraja dari berbagai daerah membuat tingkat hunian hotel meningkat tajam selama pelaksanaan kegiatan. Sejumlah hotel di Kota Palopo bahkan dilaporkan hampir penuh oleh peserta dan tamu yang hadir.

“Kita bisa melihat sendiri hampir seluruh hotel dipenuhi masyarakat dan tokoh-tokoh Toraja yang datang ke Palopo. Tentu kondisi ini memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah dan pendapatan sektor jasa,” jelasnya.

Tidak hanya sektor perhotelan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga merasakan dampak langsung dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Warung makan, usaha kuliner, hingga berbagai sektor usaha kecil lainnya mengalami peningkatan jumlah pelanggan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan berskala besar juga mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.

“UMKM juga merasakan manfaatnya. Banyak warung makan dan pelaku usaha yang mengalami peningkatan penjualan selama lima hari pelaksanaan kegiatan ini,” ungkap David.

Dengan masih berlangsungnya sejumlah agenda hingga penutupan nanti, Sidang Sinode Am XXVI Gereja Toraja diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan strategis bagi pelayanan gereja, tetapi juga meninggalkan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi masyarakat Kota Palopo dan wilayah Tana Luwu secara umum. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *