HeadlineIndustriNasionalSulsel

Bangun Kepercayaan Publik, PT Vale Tbk Laksanakan Mining Tour Bersama Pemdes dan Kecamatan

×

Bangun Kepercayaan Publik, PT Vale Tbk Laksanakan Mining Tour Bersama Pemdes dan Kecamatan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260212 100945
PT Vale Indonesia Tbk bersamapara pemangku kepentingan dan aparat desa melakukan penanaman pohon di area reklamasi sebagai wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam pemulihan lahan pascatambang.

MOROWALI- PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang merupakan anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) membangun kepercayaan publik dan pemangku kepentingan dengan mengambil langkah besar membuka akses ke Pemerintah Desa dan Kecamatan dari Area Pemberdayaan di Morowali melalui Mining Tour, Rabu (11/02/2026) kemarin.

Head of Mine Operation Bahodopi Wafir mengatakan bahwa, kolaborasi dan transparansi merupakan bagian dari prinsip operasional perusahaan.

“Kehadiran pemerintah desa dan kecamatan sangat kami hargai. Melalui kegiatan seperti Mining Tour ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pemangku kepentingan dapat melihat langsung bagimana kami menjalankan operasi dengan aman, profesional, dan transparan,” katanya.

Wafir menjelaskan bahwa, kegiatan Mining Tour ini menjadi langkah nyata dalam membangun hubungan yang saling percaya antara perusahaan dan masyarakat.

“Perseroan percaya bahwa, keberlanjutan hanya dapat tercapai melalui kerjasama yang terbuka dan berkesinambungan. Bersama para pemangku kepentingan di Morowali, PT Vale akan terus berupaya menciptakan lingkungan yang lebih baik, mendukung kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan masa depan yang lebih hijau bagi generasi mendatang,” terangnya.

Menurut Wafir, kegiatan ini sebagai bentuk edukasi sekaligus meningkatkan engagement perusahaan ke stakeholder yang bertujuan agar mereka memiliki informasi yang komprehensif terkait aktivitas yang dilakukan oleh perseroan.

“Untuk itu, pada kesempatan kunjungan aparat desa ini, meraka tidak hanya dikenalkan pada proses operasional perusahaan, namun juga diajak melihat penerapan penerapan standar keselamatan, pengelolaan lingkungan, serta upaya pemulihan lahan secara langsung di lapangan,” ungkapnya.

Kegiatan ini, lanjut Wafir, dimulai dengan peninjauan aktivitaspengangkutan di jetty, para aparat desa dan pemangku kepentingan menyaksikan langsung bagaimana proses operasional dijalankan dengan kontrol keselamatan yang ketat.

“Termasuk pengelolaan lingkungan yang memastikan kondisi perairan tetap jernih dan terjaga. Setelah itu, rombongan melanjutkan agenda dengan melakukan penanaman pohon di area reklamasi sebagai wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam pemulihan lahan pascatambang,” bebernya.

Terakhir, Wafir menegaskan bahwa, keberlanjutan merupakan nilai inti dari cara perusahaan/perseroan PT Vale Indonesia Tbk bekerja.

“Pengelolaan lingkungan merupakan bagian utama dari identitas kami. Setiap proses dirancang untuk meminimalkan dampak serta memastikan ekosistem tetap terlindungi. Upaya reklamasi, pengendalian sedimentasi, dan perlindungan kualitas ari merupakan komitmen jangka panjang kami yang terus kami tingkatkan,” pungkasnya.

Sementara Camat Bungku Timur, Arsan yang turut dalam Mining Tour itu memberikan apresiasi atas keterbukaan dan komitmen perusahaan.

“Saya mengucapkan terimakasih atas undangan PT Vale, ini merupakan kegiatan yang luar biasa, sebab tidak  semua perusahaan terbuka seperti ini. Saat ini kami mengunjungi wilayah jettu, saya melihat bagaimana PT Vale sangat memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan. Air laut masih jernih dan sangat terjaga,” ujarnya.

Selain itu, Arsan juga menyoroti pengelolaan sedimen pond yang dinilainya sangat baik. Menurut dia, tata kelola pertambangan khususnya dalam mengelola air limpasan tambang sangat bagus, bahkan sudah dipersiapkan sistem yang dapat menghasilkan air jernih untuk dibuang ke sungai.

“Sedimen pond-nya luar biasa, air yang keluar menuju sungai dalam keadaan jernih. Ini membuktikan komitmen PT Vale dalam menjaga lingkungan. Kami berharap perusahan lain di Morowali dapat mengikuti contoh seperti ini. Semoga kunjungan ini idealnya juga berkesinmbangunan, empat bilan sekali atau minimal setahun sekali,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *