MAKASSAR — Sejumlah mahasiswa Luwu dari PB Ipmil Raya mendatangani Mapolda Sulsel, Selasa (10/12/2019).
Mereka menuntut kapolda untuk mengevaluasi kinerja polrestabes yang bertepatan dengan peringatan hari HAM.
Rahmat Zaenal selaku jendral lapangan aksi dalam rilisnya mengatakan, aksi yang dilakukan ini mengangkat isu “Wija To Luwu menuntut Keadilan”. L
Hal ini kata dia terkait beberapa permasalahan yang terjadi di beberapa kampus yang sedang di tangani oleh Polrestabes Makassar.
Menurut Rahmat, salah satu bentuk pelanggaran kode etik dari kepolisian adalah penanganan yang terjadi di kampus UNISMUH Makassar, di mana justru sebagian anggota kepolisian mengarahkan sejumlah orang yang melakukan tindakan provokasi dengan membawa senjata rakitan, parang dan busur agar mereka menyembunyikan senjata mereka.
“Bukannya menindak tegas pihak yang membuat onar dan membawa senjata tajam di muka umum itu, salah seorang anggota kepolisian justru menyuruh menyembunyikan. Inilah yang menjadi kontradiksi sebab tupoksi kepolisian adalah menjaga ketertiban umum bukan melindungi pelaku kejahatan,” jelasnya.
Sekjen PB Ipmil Raya, Ittong Sulle menambahkan, dalam moment Hari HAM ini Kapolda harus mengevalusi kinerja bawahannya jangan sampai karena perilaku satu oknum Kepolisan dapat menciderai marwah kepolisian sebagai pengayom masyarakat.
“Dalam sudut pandang mahasiswa Luwu kepada kepolisan melihat bahwa lambatnya penanganan yang terjadi di konflik kampus Unismuh Makassar yang melibatkan organisasi tertentu sangat berbanding terbalik dengan penanganan persoalan yang terjadi di kampus STMIK DIPANEGARA. Di mana beberapa mahasiswa Luwu yang di jadikan tersangka masih tetap di proses padahal telah ada surat perdamain, penangguhan yang di ajukan. Dilain sisi laporan pun bersedia untuk dicabut oleh pihak pelapor,” bebernya.
“Namun pihak Polrestabes tetap memperpanjang permasalahan dengan melanjutkan kasus ini ke meja hijau. Kami sebagai lembaga daerah yang aktif menyuarakan suara masyarakat Tana Luwu dan merupakan mitra kritis bagi pemerintah mengarahkan permasalahan ini agar diselesaikan dengan seadil-adilnya oleh pihak kepolisian,” tambahnya.
Untuk itu, pihaknya hadir menuntut di kantor Polda Sulsel supaya Kapolda menindak tegas anggotanya yang tidak becus sebagai pengayom masyarakat.
“Jika apa yang kami sampaikan tidak menjadi atensi, maka kami akan mengadakan konsolidasi besar-besaran terhadap seluruh lembaga mahasiswa Wija To Luwu yang ada di Makassar,” tandasnya. (rls)