LUWU- Dinas Perdangangan Kabupaten Luwu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Stasiun Pengisian Bluk Elpiji (SPBE) pada Senin (08/06/2026) kemarin di Desa Tarramatekkeng, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu.
Sidak yang dilakukan Dinas Perdagangan bersama Anggota DPRD Luwu itu sebagai respon dari masyarakat yang mengeluhkan kelangkaan tabung gas Elpiji Subsidi 3 Kg.
“Saat sidak di SPBE, kondisi pasokan normal bahkan hampir tidak pernah berkurang,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Ruslang, Selasa (09/06/2026).
Melihat kondisi pasokan yang normal, menurut Ruslang yang melakukan “permainan” kemungkinan para agen, pangkalan, dan pengecer.
“Kami menduga ada indikasi yang mengarah pada praktik penyaluran LPG subsidi di luar peruntukan, termasuk dugaan pelangsiran tgabung gas keluar daerah demi memperoleh keuntungan yang lebih besar,” ungkapnya.
Berdasaraskan laporan dari SPBE, pasokan LPG 3 Kg di Kabuapten Luwu selama ini disalurkan tepat waktu dan sudah sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.
Selain itu, Ruslang juga mengungkapkan bahwa dalam pekan ini ia bersama DPRD Luwu akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil semua agen, pangkalan serta pengecer.
Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Luwu mengeluhkan kelangkaan tabung gas LPG. Rika, salah seorang warga Kecamatan Belopa mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas LPG 3 Kg dengan harga normal atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalaupun ada di pengecer itu harganya jauh dari harga normal. Biasanya saya menukar tabung gaas 3 Kg di pangkalan resmi dengan harga Rp20.000, kalau dapat di pengecer harganya Rp25.000 bahkan ada yang menjual hingga Rp35.000,” katanya.
Hal serupa juga dialami oleh warga lainnya, bahkan ia mengaku sempat mendatangi salah satu agen resmi gas 3 Kg yang baru saja melakukan pembongkaran, namun sayangnya pemilik pangkalan tidak menjual tabung gas yang berisi kepada warga tersebut.
“Beberapa hari lalu saya ke pangkalan tabung gas 3 Kg untuk menukar tabung, kebetulan saya melihat mobil pertamina yang membawa tabung berisi sementara melakukan pembongkaran, namun pemilik pangkalan di Jl Pahlawan, Belopa itu tidak menjual tabung tersebut ke saya, kata pemilik pangkalan, tabung-tabung itu sudah dipesan oleh seseorang,” terangnya.
Salah seorang pengecer mengaku mendapatkan tabung gas dari Kabupaten Wajo kemudian ia terpaksa menjual dengan harga di atas HET.
“Saya dapat dari Kabupaten Wajo, itu juga hanya 10 hingga 11 tabung, meski saya membelinya dengan harga normal, terpaksa saya jual dengan harga Rp35 ribu hingga Rp40 ribu,” ungkap pemilik warung campuran yang juga menjual tabung gas 3 Kg eceran. (*)












