JAKARTA- Tiga anggota kepolisian gugur saat melakukan penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (09/07/2026).
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkapkan temuan mengejutkan dalam peristiwa tersebut. Sebelum dibuang dan ditemukan di Sungai, ketiga korban terlebih dahulu dibunuh dengan cara sadis.
“Ada tiga tempat kejadian perkara (TKP) yang didatangi, dari tiga TKP ini kami menyimpulkan bahwa para korban yang gugur dalam tigas tidak meninggal dunia karena tenggelam di Sungai,” ungkap Komisioner Kompolnas Supardi Hamid.
Supardi juga mengungkapkan bahwa, dalam peristiwa itu, ada satu fakta yang menarik yakni tesis para korban melarikan diri ke Sungai dan kemudian mati tenggelam tidak terbukti.
“Tesis ini justru terbantahkan dari fakta disini. Di mana kami menemukan ceceran darah kemudian ceceran darah itu berakhir di Sungai. Ini menunjukkan bahwa, para korban dihabisi, dibunuh, sebelum mereka di buang ke Sungai,” bebernya.
Menurut Supardi, perbuatan para pelaku masuk dalam kategori intentionally killing. Bandar dan jaringan pengedar narkoba dengan sangat keji menghabisi nyawa petugas kepolisian, kemudian membuang jasad mereka ke Sungai.
Sementara Komisioner Kompolnas lainnya, Choirul Anam menyampaikan bahwa, di TKP tiga pihaknya menemukan bercak darah yang tidak jauh dari lokasi salah satu jenazah korban yang ditemukan.
“Atas gugurnya para polisi ini, kami meminta atas gugurnya tiga anggota kepolisian ini diusut tuntas, siapa pun pelakunya. Bagi kami tidak hanya tentang nyawa, namun juga soal perlawanan (pelaku peredaran gelap) narkoba terhadap penegakan hukumnya,” tegas Choirul Anam.
Kompolnas Choirul juga menyampaikan bahwa, seluruh jajaran kepolisian tidak boleh kendor dalam melawan peredaran gelap narkoba. Menurut dia, peristiwa yang menggugurkan tiga anggota Polri itu harus menjadi spirit baru dalam mengencangkan pemberantasan narkoba.
“Kami juga mendorong Polri untuk menangkap semua pihak terkait, mulai dari pelaku lapangan, sampai ke gembong narkoba. Peristiwa yang terjadi di Katingan ini sangat mengenaskan,” tegasnya.
Choirul Anam juga menyatakan bahwa, pihaknya menyesalkan adanya tiga polisi harus gugur dalam penegakan hukum terhadap pelaku peredaran gelap narkoba.
“Terlebih petugas kepolisian sudah berusaha menyelamatkan diri saat situasi memanas, untuk itu pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti,” tekannya. (**)












