HeadlineDaerahPemerintahan

Gelar FGD Pemkab Luwu Tekankan Kepedulian, Toleransi, dan Solidaritas Antar Umat Beragama

×

Gelar FGD Pemkab Luwu Tekankan Kepedulian, Toleransi, dan Solidaritas Antar Umat Beragama

Sebarkan artikel ini
c910aded 7d38 4762 9f95 07b49d9805fb e1789551571905
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu, Muh. Rudi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kerukunan, Cinta Kemanusiaan dan Penguatan Ekoteologi” yang dilaksanakan di Ruang Lounge Bupati Luwu, Rabu (16/09/2026).
60 / 100 Skor SEO

LUWU- Melalui Badan Kesatuan Bangsa dn Politik (Kesbangpol) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kerukunan, Cinta Kemanusiaan dan Penguatan Ekoteologi” di Ruang Lounge Bupati Luwu, Rabu (16/09/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muh. Rudi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Luwu memiliki keberagaman agama, suku, budaya dan latar belakang sosial yang menjadi kekayaan daerah.

“Keberagaman ini perlu dijaga bersama agar menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan kehidupan sosial yang harmonis. Perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, namun sebaliknya perbedaan ini harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan dan memperkoko kehidupan sosial masyarakat,” kata Sekda Luwu.

Menurut Muh. Rudi, FKUB memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antar umat beragama.

“Untuk itu, FKUB diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi permasalahan, namun juga aktif membangun dialog dan kerja sama sebagai langkah pencegahan terhadap potensi konflik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Di kesempatan itu, Sekda Luwu juga mendorong agar semangat cinta kemanusiaan terus dikembangkan oleh tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat.

“Nilai ini penting untuk membangun kehidupan sosial yang dilandasi oleh kepedulian, toleransi, dan solidaritas,” ucapnya.

Selain membahas kerukunan dan kemanusian, Sekda Luwu juga mengatakan bahwa, FGD tidak hanya membahas tentang penguatan ekoteologi sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, namun juga hubungan manusia dengan lingkungan yang tidak terlepas dari nilai moral dan spiritual.

“Alam bukan sekadar tempat kita hidup, namun juga merupakan bagian dari ciptaan Tuhan yang harus kita jaga, rawat, dan lestarikan,” tutur Muh. Rudi.

Focus Group Discussion (FGD) ini juga diarahkan untuk meningkatkan komunikasi dan dialog antar pemuka agama, memperkuat toleransi, meningkatkan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta mendorong kerja sama lintas agama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

Adapun tiga pemateri yang memberikan pandangan dalam FGD tersebut yakni, Kepala Kesbangpol Luwu, Enrika, Ketua FKUB Luwu, Armin, dan Pastor Paroki St. Petrus Padang Sappa, Pastor Oktovianus Tandilolo, Pr.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun komunikasi yang semakin baik antar pemuka agama, meningkatkan pemahaman mengenai toleransi dan kerukunan, serta tumbuhnya kerja sama lintas agama dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

FGD juga diharapkan dapat mendorong kepedulian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan dan menghasilkan rekomendasi sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Luwu dan FKUB dalam memperkuat kerukunan umat beragama.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi antar pemuka agama sekaligus membangun kesadaran bersama tentang pentingnya kerukunan, kepedulian terhadap sesama dan kelestarian lingkungan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu H. Sukardi Yusuf, serta pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan peserta FGD se-Kabupaten Luwu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *