Indeks Pembangunan Meningkat, Tak Ada Lagi Desa ‘Sangat Tertinggal’ di Lutra

LUTRA – Tak ada lagi desa dengan kategori ‘sangat tertinggal’ di Luwu Utara. Hal itu berdasarkan hasil penilaian Indeks Desa Membangun (IDM) yang disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Misbah, saat mendampingi Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, memantau penyaluran BLT DD di Desa Tamuku Kecamatan Bone-bone, Selasa (7/7/2020).

Dari data yang disampaikan Misbah, sekira 17 desa sangat tertinggal di Luwu Utara yang kini tidak lagi menyandang status tersebut karena mengalami peningkatan dua indeks.

Bacaan Lainnya

“Diantaranya Desa Tolangi yang sebelumnya tertinggal menjadi desa maju, dan Desa Batang Tongka yang sebelumnya sangat tertinggal menjadi desa berkembang. Sementara itu terdapat 7 kecamatan yang tidak lagi memiliki desa dengan kategori sangat tertinggal, diantaranya Kecamatan Sabbang Selatan, Masamba, Mappedeceng, Sukamaju Selatan, Sukamaju, Bone-bone, dan Tanalili,” sebut Misbah.

Selain tidak ada lagi desa kategori sangat tertinggal di Luwu Utara, Misbah menyebutkan kabar baik lainnya yaitu terjadi penambahan jumlah desa dengan kategori mandiri, dari 2 menjadi 7 desa.

“Diantaranya Desa Banyu Urip, Patoloan, Patila, Sukamaju, Bone-bone, Baebunta, dan Desa Tarobok. Begitu juga dengan kategori desa maju, yang sebelumnya 14 menjadi 25 desa, sedang untuk kategori desa berkembang, dari 64 menjadi 102 desa. Hal ini tentu berbanding lurus dengan menurunnya jumlah desa dengan kategori tertinggal dari 69 tersisa 32. Perlu diketahui bahwa IDM lebih menyatakan fokus pada upaya penguatan otonomi desa. Indeks yang merupakan komposit dari ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi ini mengikuti semangat nasional dalam upaya peningkatan kualitas kehidupan desa seperti yang dinyatakan sangat jelas dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional melalui optimalisasi pelaksanaan UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa (UU Desa). IDM ini membagi desa menjadi 5 kategori yakni sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri,” papar Misbah.

Sementara itu, Wawan yang merupakan pendamping desa di Kecamatan Bone-bone menuturkan bahwa peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM), didukung oleh program kolaborasi Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten hingga desa.

“Hal itu berupa bantuan ternak, perikanan, pertanian, akses jalan, dan juga didobrak oleh pemberdayaan dana desa sehingga poin-poin diakumulasikan. Terlihat juga aktivitas ekonomi masyarakat masih tetap berjalan sehingga indeks ketahanan ekonominya tetap stabil. Ini tentu menjadi hal yang luar biasa dan patut kita syukuri sebab di tengah pandemi covid-19, IDM di Luwu Utara meningkat. Target kita ke depan adalah mendobrak desa maju menjadi desa mandiri,” pungkas Wawan. (hms)

Pos terkait