Jenazah Pasien Covid Diambil Paksa, Gubernur NA Pastikan Keamanan Rumah Sakit Diperketat

  • Whatsapp
50

MAKASSAR — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menegaskan pengamanan rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 akan diperketat. Hal ini ditempuh lantaran adanya pengambilan paksa jenazah pasien oleh keluarganya.

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Sulsel dan Pangdam XIV Hasanuddin guna mengantisipasi masalah tersebut ke depannya.

Bacaan Lainnya

Kepada aparat keamanan, Nurdin Abdullah menegaskan agar menangkap penjemput yang memaksa mayat yang positif corona dibawa ke rumahnya.

“Karena ini bukan murni keinginan keluarga inti, saya minta aparat keamanan bertindak tegas. Tangkap dan melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Perampasan jenazah positif corona yang meninggal di Rumah Sakit Dadi, RS Labuang Baji, dan RS Stelamaris memiliki ciri yang sama. Keluarga yang mendampingi jenazah disingkirkan dan keranda diambil alih oleh sekelompok orang yang bukan keluarga inti.

Direktur RS Stella Maris, dr T Luisa Nunuhitu, memastikan keluarga inti jenazah almarhumah Ny Kasiyani, sudah rela untuk ditangani petugas gugus tugas percepatan penanganan covid 19 dengan protokol kesehatan.

“Keluarga almarhumah terheran-heran kok ada sekelompok orang yang ambil paksa mayat ibu dan istri mereka,” katanya di rumah jabatan gubernur Sulsel.(rls/adn)



Pos terkait