DaerahHeadlineSulsel

Kronologi Hilangnya ATR 42-500 di Kawasan Pegunungan Bulusaraung dan Penemuan Puing serta Korban Pesawat

×

Kronologi Hilangnya ATR 42-500 di Kawasan Pegunungan Bulusaraung dan Penemuan Puing serta Korban Pesawat

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 01 19 at 13.35.05
Proses evakuasi satu dari 11 orang korban pesawat ATR 42-500 yang berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (18/01/2026) kemarin.

MAROS- Berdasarkan data otoritas penerbangan, pesawat ATR 42-500 (sebelumnya disebut ATR 400) milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang pada Jumat (17/01/2026) lepas landas dari Bandara Adisutjipto Yokyakarta dengan tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Senin (19/01/2026).

Penerbangan yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport itu membawa 8 orang kru beserta 3 orang penumpang dan terdekteksi terakhir kali melakukan kominikasi dengan petugas lalu lintas udara sekitar pukul 13.17 Wita.

Komunikasi antara pilot dan ATC itu terputus saat berada di wilayah udara Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Data navigasi menunjukkan pesawat berada di sekitar kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros.

Beberapa saat sebelum komunikasi terhenti, ATC sempat memberikan arahan, sebab pesawat dilaporkan tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya menuju Bandara Sulatan Hasanuddin.

Setelah instruksi terakhir tersebut, pilot ATR 42-500 tidak memberikan respon lanjutan, pesawat tidak dapat dihubungi serta tidak mendarat sesuai jadwal, Airnav Indonesia kemudian secara resmi menetapkan status DERRESFA atau Fase Darurat.

Fase darurat oleh AirNav ini sebagai pertandata kemungkinan adanya ancaman serius terhadap keselamatan pesawat. Penetapan status ini juga sebagai dasar dimulainya operasi pencarian dan pertolongan oleh Tim SAR.

Setelah beberapa saat ditetapkan sebagai DERRESFA, otoritas penerbangan dan tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian dan memastikan bahwa pesawat tersebut jatuh di kawasan pegunungan Kabupaten Maros.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, AirNav Indonesia, dan relawan kemudian berhasil menemukan bagian utama pesawat di lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros.

Puing-puing pesawat yang ditemukan meliputi bagian badan pesawat, ekor, serta respihan lainnya yang tersebar di area jurang. Beberapa dokumen yang diduga milik pesawat tersebut juga sempat diupalod oleh kelompok pendaki.

Hingga saat ini, operasi SAR gabungan masih terus dilakukan dengan fokus pada area penyisiran di sekitar titik jatuh pesawat.

Tim SAR gabungan juga melaporkan bahwa, berhasil menemukan satu orang korban pesawat ATR 42-500 yang diidentifikasi berjenis kelamin laki-laki. Jenazah korban pesawat itu ditemukan pada Minggu (18/01/2026) sekitar pukul 14.20 Wita di kedalaman jurang kurang lebih 200 meter dan berada disekitar serpihan pesawat.

Komandan Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan, Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap jatuhnya pesawat ATR di Gunung Bulusaraung

“Korban yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki, namun identitasnya belum teridentifikasi,” katanya.

Berikut data lengkap korban yang berdasarkan manifest resmi pesawat ATR 42-500.

8 orang Kru Pesawat ATR 42-500;

  1. Kapten Andy Dahananto
  2. Perwira Pertama Yudha Mahartika
  3. Kapten Sukardi
  4. Perwira Pertama Hariadi
  5. Insinyur di Kapal Franky D Tanamal
  6. Insinyur di Kapal Junaidi
  7. Pramugari Florencia Lolita
  8. Pramugari Esther Aprilita S

Penumpang Pesawat ATR 42-500 (3 orang)

  1. Feri Irawan
  2. Deden Mulyana
  3. Yoga Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *