HeadlineDaerahLingkungan Hidup

Rumah Tak Layak Huni di Tengah Kemajuan Pembangunan, Potret Kemiskinan di Daerah dengan Tag Line “Bangkit Lebih Cepat”

×

Rumah Tak Layak Huni di Tengah Kemajuan Pembangunan, Potret Kemiskinan di Daerah dengan Tag Line “Bangkit Lebih Cepat”

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 10 08 at 15.55.44 1
Kondisi rumah keluarga Nirwana, warga Lingkungan Batu Murrung, Desa Senga, Kecamatan Belopa., jadi potret kemiskinan di tengah perkembangan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi deerah Kabupaten Luwu.
59 / 100 Skor SEO

LUWU– Ada cerita pilu tentang keluarga kecil yang masih terus berjuang melawan keterbatasan ekonomi dibalik hiruk-pikuk pembangunan dan klaim pertumbuhan ekonomi lebih cepat di Kabupaten Luwu, Kamis (08/10/2026).

Mereka adalah keluarga Nirwana, yang sehari-harinya bertahan hidup di sebuah gubuk reot, jauh dari kata layak huni di Lingkungan Batu Murrung, Desa Senga, Kecamatan Belopa.

Rumah itu berdinding papan lapuk dan atap rumbia yang kini telah berlubang. Saksi bisu perjuangan Nirwana, sang suami, dan tiga orang anaknya. Atap rumah yang menjadi tempat tinggal Nirwana tak lagi mampu menahan cahaya matahari.

Demikian pula jika musim penghujan, kondisinya sama, atap rumbia yang hampir keseluruhannya telah berlubang itu tak mampu menahan dan melindungi Nirwana bersama keluarganya dari rembesan air.

Kondisi atap rumah itu memaksa penghuni di dalamnya harus duduk di tepi rumah, menunggu hujan redah. Dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis, Nirwana bercerita.

“Kalau hujan, kami tidak bisa melakukan apa-apa, duduk di tepi rumah yang tak ada rembesan air dan berpasrah diri,” ucap dengan isak tangis yang tertahan di tenggorokan.

“Suami saya dulunya bekerja sebagai tukang batu, namun kini tak lagi mampu bekerja seperti dulu sebab kondisi kesehatannya menurun. Saya sendiri lebih banyak tinggal di rumah mengurus anak-anak dan keluarga saya,” tambah Nirwana.

Keluarga Nirwana tak hanya berjuang melawan keterbatasan ekonomi, namun juga keterbatasan ruang. Keluarga yang beranggotakan enam orang termasuk seorang bayi itu sudah cukup lama menempati gubuk itu, harapan mereka cuman satu, mendapatkan program bedah rumah atau bantuan perbaikan rumah tak layak huni dari pemerintah daerah.

“Dua kali saya mendatangi Dinas Sosial, namun alasannya selalu sama, tak ada anggaran bedah rumah sudah pindah di Dinas Perkim. Dan sampai sekarang saya belum datang ke Dinas Perkim, sebab sehari setelah mendatangi Dinas Sosial saya melahirkan,” katanya.

Nirwana dan keluarganya adalah potret kemiskinan yang masih membayangi banyak warga di Kabupaten Luwu.

Di tengah kemajuan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, mereka yang paling rentan acap kali terabaikan. Padahal lokasi rumah yang mereka tinggali tak jauh dari Kompleks Pemerintahan Daerah.

Mereka tidak meminta banyak, hanya sebuah rumah yang aman, atap yang tidak lagi bocor, dan tempat yang layak bagi anak-anak mereka tumbuh.

Keluarga Nirwana adalah panggilan bagi kita semua untuk tetap peduli. Karena di balik kemajuan daerah dengan tag line “Bangkit Lebih Cepat”, masih ada keluarga yang membutuhkan uluran tangan

Pemerintah diharapkan dapat turun tangan melihat langsung kondisi rumah ini dan melakukan verifikasi untuk memastikan apakah keluarga ini dapat menjadi penerima bantuan rehabilitasi atau program bedah rumah sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *