PALOPO — Masyarakat kota Palopo yang jalannya rusak akibat jadi jalur alternatif pasca Jembatan Miring ditutup harus bersabar.
Diketahui, Jembatan Miring di kelurahan Jaya Kecamatan Telluwanua yang menghubungkan Palopo dengan Luwu ditutup pada tanggal 4 – 22 November 2021 akibat mengalami pergeseran.
Imbasnya, mobil yang melintas dialihkan ke jalur alternatif, baik dari arah utara maupun arah selatan. Berat muatan mobil yang melintas di jalan alternatif membuat rusak parah.
Masyarakat diminta untuk bersabar. Anggaran untuk perbaikan jalan alternatif tersebut, seperti jalur Padang Alipan – ke Sumarambu belum ada. Begitupun jalur lainnya yang rusak akibat pengalihan jalan.
Hal itu terungkap pada pembahasan APBD TA 2022 di Kantor DPRD Palopo, Selasa (23/11/2021). Anggota banggar, Herman Wahidin mempertanyakan jalur alternatif yang rusak itu.
“Saya mau tanyakan, apakah ada anggaran untuk perbaikan jalan yang rusak di jalur alternatif itu. Kasihan masyarakat di sana,” kata politisi asal PDI Perjuangan itu.
Menjawab hal itu, Plt Kepala Dinas PUPR Palopo, Harianto mengatakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perbaikan jalan di kota Palopo tahun 2022 mendatang sudah ada. Dari aspirasi anggota DPR-RI.
“Waktu penyusunan kemarin melalui aplikasi, (jalur alternatif) itu belum masuk. Karena memang juga saat itu belum rusak parah, sebelum dijadikan jalur alternatif,” kata Harianto.
Ia menjelaskan, tahun depan terdapat anggaran perbaikan jalan sebesar Rp52 miliar. Sementara dalam proses asistensi.
“Itu aspirasi dari anggota DPR-RI. Untuk perbaikan ruas jalan Siguntu, Jl Battang, Jl Salupao, Jl Andi Kaddiraja, Jalan Lingkar Timur, Jl Lapas hingga Jl Andi Paso.
“Semua ini totalnya sekitar Rp52 miliar. Tapi ini sifatnya belum final, masih asistensi,” terangnya.
Meski demikian, pihaknya juga sejauh ini melakukan komunikasi dengan pihak Dinas PUTR Provinsi Sulsel. (asm)












