LUWU- Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ponrang Selatan kembali menuai sorotan. Kali ini, Kepala Puskesmas (Kapus), Sari disorot media terkait pemalsuan hasil visum, Jumat (01/05/2026).
Salah seorang warga Bassiang Timur mengungkapkan bahwa, ia sempat melaporkan tindak penganiayaan dan pengeroyokan di Polsek Ponrang dan melakukan visum di Puskesmas Ponranga Selatan.
“Keluarga kami menduga jika hasil visum yang dikeluarkan oleh pihak Puskesmas Ponrang Selatan tidak sesuai dengan prosedur, sebab vonis bersalah justru jatuh ke keluarga kami yang mendapat penganiayaan,” ujar perwakilan dari warga yang dimasuk.
Sementara korban sendiri mengaku bahwa saat mendatangi Puskesmas tersebut, ia tidak pernah diperiksa oleh dokter yang memiliki kewenangan di PKM itu. Saat itu, kata korban ia diperika oleh perawat yang bertugas.
“Saat ke PKM Ponrang Selatan saya karena arahan dari penyidik di Polsek Ponrang, namun setiba di PKM, perawat yang saat itu bertugas hanya melakukan pengecekan biasa, tidak ada pemeriksaan untuk keperluan visum, namun tiba-tiba pihak PKM mengeluarkan hasil visum yang menyatakan tidak ada luka akibat pemukulan ataupun penganiayaan, keterangan visum dari PKM itu saya menderita gejala alegri kulit,” ungkap korban.
Terpisah Penyidik Bripka Elis Sugianto yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa perkembangan kasus penganiayaan tersebut telah ia sampaikan ke kuasa hukum pelapor.
“Terkait perkembangan kasus penganiayaan dan pengroyokan itu sudah saya sampaikan ke pelapor dan kuasa hukumnya,” katanya.
Sementara Kapus Ponrang Selatan, Sari yang juga dikonfirmasi belum memberikan tanggapan apapun terkait dugaan manipulasi hasil visum yang menyebabkan korban atau pelapor divonis bersalah.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, usai mendapatkan penganiayaan korban mengalami beberapa luka lebam hingga bekas cakaran. (*)













