HeadlineDaerahHukum dan Kriminal

SPBU Padang Sappa Diduga Lakukan Praktik Terorganisir Terkait Aktivitas Pelangsiran BBM Subsidi

×

SPBU Padang Sappa Diduga Lakukan Praktik Terorganisir Terkait Aktivitas Pelangsiran BBM Subsidi

Sebarkan artikel ini
af843899 84c7 490c b80d 33b7c5077305 e1789107337882
Foto Ilustrasi
55 / 100 Skor SEO

LUWU- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.919.04 Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu diduga melakukan praktik terselubung yang terorganisir terkait aktivitas pelangrsiran, pengisian berulang BBM subsidi serta penimbunan, Jumat (11/09/2026).

Seorang warga berinisial AK yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan bahwa selama beberapa bulan terakhir sejumlah kendaraan yang diduga telibat dalam aktivitas pelangsiran atau penimbunan BBM subsidi jenis solar leluasa bolak-balik mengantre di SPBU tersebut.

“Dari pantauan itu, saya menduga SPBU Padang Sappa melakukan kerja sama dengan sejumlah pengepul atau penimbun BBM subsidi jenis solar. Hal ini juga sudah saya laporkan ke pihak Pertamina melalui berbagai kanal pengaduan resmi seperti Call Center 135, aplikasi MyPertamina, layanan WhatsApp pelanggan, dan mengirim email ke Customer Care Pertamina,” katanya.

Menurut AK, kurang lebih tujuh kendaraan yang secara rutin melakukan pengisian solar subsidi di SPBU tersebut, mulai dari dump truck berwarna kuning, dan beberapa kendaraan minibus jenis Panther serta Kijang dengan warna yang berbeda kerap mengantre.

“Yang saya lihat, kendaraan ini mengisi BBM dengan cara melakukan beberapa kali pemindai barcode dalam satu transaksi. Setiap barcode bernilai hingga Rp900 ribu, jadi dalam satu kali pengisian dapat menghasilkan puluhan jeriken solar yang di tamping langsung dari tangki kendaraan,” ungkapnya.

“Sementara barcode yang digunakan tidak sesuai dengan identitas kendaraan melainkan terdaftar untuk kendaraan dengan kapasitas lebih besar, namun yang melakukan pengisian di SPBU itu,” tambah AK.

AK juga mengungkapkan bahwa, setelah kendaraan-kendaraan itu melakukan pengisian, stok solar di SPBU tersebut kerap dinyatakan habis, namun di hari yang sama penjualan solar kembali dilakukan ketika kendaraan lain yang diduga sebagai pelangsir berada di antrean terdepan.

“Pengisian oleh satu kendaraan di SPBU itu bahkan bisa terjadi hingga tiga kali dalam sehari,” ungkapnya.

Seorang warga lainnya berinisial HE juga mengaku memperoleh informasi bahwa kendaraan yang telah diisi solar kemudian dibawa dan ditampung di dua lokasi berbeda di sekitar wilayah selatan SPBU tersebut.

Senada dengan itu, AM yang secara terang-terangan mengakui dirinya sebagai pelaku, mendistribusikan solar-solar yang berasal dari SPBU itu ke sejumlah pihak. Pengakuan itu ia sampaikan pada 10 Agustus 2026 lalu sekitar pukul 12.37 Wita.

AM juga mengaku bahwa, setiap harinya, ia mendistribusikan sekitar 30 hingga 40 jeriken berisi solar subsidi ke berbagai tempat termasuk ke perusahaan WKN yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan infrastruktur pengaspalan di Luwu Raya.

Menyikapi hal itu, pihak pengelola SPBU 74.919.04 Padang Sappa, Ros dengan tegas akan memecat karyawannya jika semua tudingan itu terbukti.

“Awasi terus SPBU kami, jika operator atau pengawasku yang nakal, langsung telepon saya, insya Allah saya akan pecat,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Sementara pihak PT Pertamina Patra Niaga, hingga kini belum memberikan tanggapan. Awak media juga masih berupaya mengonfirmasi persoalan tersebut ke pihak-pihak terkait. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *