LISBON – Kekalahan memalukan dari Bayern Munich jadi tamparan keras buat Barcelona. Gerard Pique berharap klubnya sadar harus melakukan perubahan menyeluruh.
Barcelona dipermalukan Bayern Munich 2-8 dalam laga perempatfinal Liga Champions di Estadio Da Luz, Lisbon, Sabtu (15/8/2020) dini hari. Lebih memalukan lagi buat Blaugrana karena Bayern mencetak sembilan gol di pertandingan ini, mengingat David Alaba ‘menyumbang’ gol bunuh diri untuk mereka.
Dilansir ritmee.co.id dari Detikcom, kekalahan ini disebut Pique sebagai tanda nyata bahwa Barcelona telah mencapai titik terendah. Belum lama ini Los Cules juga harus mengakui kemenangan Real Madrid di LaLiga, setelah disalip selepas lockdown.
Padahal sekitar satu dekade lalu Barcelona begitu berjaya di dunia sepakbola. Bersama Pep Guardiola dalam rentang 2008-2012, Barcelona memenangi 14 trofi sekaligus mengubah mentalitas dan permainan sepakbola secara umum.
Pique percaya Barcelona butuh perubahan dan bukan sekadar di level pemain. Ia bahkan siap pergi jika harus jadi korban dari perubahan tersebut.
“Sakit rasanya. Kami semua merasakannya. Kami tak bisa bertarung seperti itu. Ini sangat-sangat sulit untuk diterima. Tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Klub ini butuh perubahan, bukan cuma para pemain, tapi saya tak mau menunjuk seseorang,” ungkapnya kepada Movistar, seperti dikutip BBC.
“Tapi sepakbola memang adalah olahraga di mana perubahan dibutuhkan secara konstan. Kami harus mengubah dinamika karena saya yakin kami baru saja mencapai titik terendah. Kami harus melihat ke sekitar, harus percaya bahwa orang-orang akan melakukan hal-hal besar untuk klub.”
“Apakah ini akhir sebuah era? Saya tak tahu. Tapi saya tahu kami harus menerima bahwa kami sudah terdampar di titik terendah. Bukan cuma para pemain, tapi sebagai sebuah klub, kami tidak dalam jalur yang tepat. Kami sudah sempat mengalami periode sukses, tapi kami belum lagi memenangi liga dan juara di Eropa, dan kami harus bersaing.”
“Anda sudah melihatnya di lapangan dan hasil ini, hari ini, tidak bisa diterima. Kalau saya harus pergi demi mengubah segala sesuatunya, saya akan jadi orang pertama yang menerima. Ini laga yang sangat buruk, rasanya mengerikan. Ini memalukan. Kami butuh perubahan di semua level secara struktural,” imbuhnya. (*)