JAKARTA- PT Vale Indonesia Tbk (“Vale Indonesia”), kembali menerima penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (02/10/2026).
Penghargaan itu diberikan atas kontribusi perusahaan dalam aksi kemanusiaan dengan Tim ESDM Siaga Bencana Tahun 2026 untuk membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.
Dalam daftar resmi Kementerian ESDM, Vale Indonesia termasuk dalam kelompok penerima penghargaan untuk “Bantuan Tanggap Darurat Turun ke Lapangan” yang diserahkan dalam acara Penyerahan Penghargaan Aksi Kemanusian Tim ESDM Siaga Bencana Tahun 2026, di Jakarta pada Rabu (30/09/2026).
Corporate Health and Safety PT Vale Indonesia, Otok Nugroho dalam penyerahan itu menyampaikan ucapan terima kasih perusahaan kepada Kementerian ESDM atas kepercayaannya kepada Vale Indonesia melalui penghargaan tersebut.
“Penghargaan ini kami maknai sebagai apresiasi atas kerja bersama dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Di tengah bencana, yang paling penting ialah bagaimana kapasitas yang kita miliki dapat segera diterjemahkan menjadi dukungan yang dibutuhkan masyarakat yang terdampak,” ucapnya.
“Bagi kami, keterlibatan dalam aksi kemanusiaan menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan kepedulian dan kapasitas perusahaan ketika dibutuhkan. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat sangat penting dalam setiap respons kebencanaan,” tambah Otok.
Ia juga mengatakan bahwa, kolaborasi antar semua pihak tersebut dapat membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. Lebih lanjut Otok juga menyampaikan, jika bantuan bencana alam yang tanggap juga sejalan dengan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan yang di Vale Indonesia.
“Kemampuan untuk mengenali risiko, mempersiapkan respons, serta berkolaborasi secara sepat menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi kebencanaan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam bencana gempa bumi yang menimpa wilayah NTT pada Agustus lalu, kata Otok, Vale Indonesia tela menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, dan obat-obatan bagi masyarakat yang terdampak.
Kementerian ESDM sendiri menegaskan bahwa, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kekuatan utama dalam mempercepat penanganan dampak bencana di NTT. Selain mengerahkan personel dan logistik, dukungan sektor ESDM juga mencakup penyediaan layanan kesehatan serta kebutuhan energi untuk fasilitas vital di wilayah terdampak.
Menurut Siaran Pers Kementerian ESDM, Program Kementerian ESDM Siaga Bencana mulai bergerak sejak 16 Agustus 2026 atau sehari setelah gemap melanda wilayah tersebut.
Di akhir Agustus 2026, Kementerian ESDM telah menyiapkan antara lain 48unit genset untuk fasilitas kesehatan di tujuh kabupaten terdampak di NTT. Pada 3 September 2026, Kementerian ESDM melaporkan sebanyak 58 tim dari 78 perusahaan subsector mineral dan batubara dikerahkan ke lapangan, dan mendapat dukungan dari Inspektur Tambang di sejumlah wilayah terdampak.
Sementara undangan resmi penyerahan penghargaan tersebut merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana serta surat Kementerian ESDM tertanggal 16 Agustus 2026 mengenai bantuan bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan dan organisasi yang terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut. Aksi kemanusiaan Vale Indonesia itu, menjadi bagian dari kolaborasi pelaku usaha sektor energi dan sumber daya mineral dengan Pemerintah RI.
Kementerian ESDM dalam hal ini mendukung penanganan bencana di NTT, bantuan dari Vale Indonesia diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang terdampak. (*)






