LUWU UTARA- Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim meninjau beberapa titik destinasi wisata, Minggu (22/03/2026). Peninjauan yang dilakukan di H+3 perayaan Idulfitri 1447 H dilakuakan guna mastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat, Selasa (24/03/2026).
Dari pantauan, arus wisatawan disejumlah objek wisata di Kabupaten Luwu Utara terpantau melonjak signifikan. Salah satu objek wisata yang dikunjungi oleh Bupati Andi Rahim yaitu Objek daya tarik wisata (ODTW) pemandian air panas, Pincara, Masamba.
Yang menarik perhatian pengunjung ialah mobil yang ditumpangi oleh orang nomor satu di Kabupaten Luwu Utara itu terlihat turut mengantri untuk membayar karcis retribusi senilai Rp5.000.
“Bentuk keteladanan dalam hal ketaatan membayar retribusi, terlihat kecil namun memiliki makna yang besar sebab Bupati Andi Rahim memberikan contoh kepada masyarakat agar semua orang berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ucap seorang pengunjung yang juga turut mengantri.
Sementara Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim saat membayar retribusi untuk masuk di objek wisata itu menyodorkan uang ke penjaga pintu masuk wisata sembari tersenyum.
“Retribusi yang kita bayarkan ini akan kembali ke masyarakat juga, seperti pemeliharaan fasilitas dan pengembangan sarana wisata agar pengunjung makin betah. Jadi mari kita berikan contoh yang baik kepada pengunjung yang lain,” ucapnya.
Selain memberikan edukasi tentang ketaatan membayar retribusi, Bupati juga ingin memastikan pengunjung bisa berwisata dalam keadaan aman, nyaman, dan bahagia. Termasuk mengedukasi warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana banjir dan longsor.
“Saya mengimbau BPBD dan Satpol PP untuk tetap siaga di titik-titik yang dianggap rawan, sebab saat ini lagi musim penghujan. Kepada warga yang hari ini rekreasi bersama keluarga, agar tetap waspada. Kalau bisa, jangan sampai kesorean,” katanya mengingatkan.
Peningkatan jumlah wisatawan tahun ini menunjukkan bahwa Luwu Utara masih menjadi magnet utama bagi pelancong, baik dari dalam maupun dari luar daerah. Tentu ini menjadi momentum terbaik membangkitkan ekonomi UMKM di sekitar lokasi objek wisata. (*)












