PANGKEP – Di tengah suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Pangkep, terselip momen haru yang menyentuh hati. BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkep menyerahkan santunan kematian senilai total Rp126 juta kepada tiga keluarga yang tengah berduka atas kehilangan orang tercinta.
Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat yang hadir, santunan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkep, Muliyati Nasrun, bersama Wakil Bupati Pangkep, Drs. H. Abd. Rahman Assagaf, M.I.Kom.
Tiga ahli waris yang menerima santunan masing-masing mendapatkan Rp42 juta, yakni keluarga dari almarhum Mubaraq, almarhum Keni Tuppu, dan almarhum M. Hattab.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, santunan ini bukan sekadar angka. Di tengah kehilangan, bantuan tersebut menjadi penopang harapan untuk melanjutkan kehidupan.
Suasana penyerahan berlangsung khidmat. Beberapa keluarga tampak menahan haru saat menerima santunan, mencerminkan betapa besar arti perlindungan sosial di saat-saat sulit seperti ini.
Wakil Bupati Pangkep dalam sambutannya menyampaikan bahwa momen ini menjadi pengingat pentingnya kehadiran negara bagi masyarakat, khususnya para pekerja dan keluarganya.
“Di balik duka yang dirasakan keluarga, kita melihat bahwa negara hadir memberikan perlindungan. Ini bukan hanya santunan, tetapi bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkep, Muliyati Nasrun, menegaskan bahwa setiap santunan yang diberikan adalah hak peserta yang harus dipenuhi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pekerja tidak berjalan sendiri. Ketika risiko terjadi, seperti kehilangan akibat kematian, keluarga yang ditinggalkan tetap mendapatkan perlindungan dan dukungan,” ungkapnya.
Melalui Program Jaminan Kematian (JKM), BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kepada ahli waris sebagai bentuk perlindungan finansial. Program ini diharapkan mampu membantu keluarga bertahan di tengah masa sulit sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya jaminan sosial.
Dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-66 Kabupaten Pangkep, momen ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa di balik pembangunan dan kemajuan daerah, ada tanggung jawab untuk memastikan setiap pekerja dan keluarganya merasa aman dan terlindungi. (*)












