HeadlineDaerah

Difasilitasi Anggota DPRD Lutra, 60 Pucuk Senjata Jadi Simbol Damai Warga Munte-Karondang

×

Difasilitasi Anggota DPRD Lutra, 60 Pucuk Senjata Jadi Simbol Damai Warga Munte-Karondang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260926 WA0024 scaled
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh haru itu digagas Anggota DPRD Luwu Utara Dapil 3 Bone-Bone-Tanalili, Heriansyah Efendi (PAN) dan Suaeb Saing Latief (PKB).
61 / 100 Skor SEO

LUWU UTARA – Sebanyak 60 pucuk senjata diserahkan secara sukarela oleh warga Desa Munte dan Desa Karondang, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, kepada aparat kepolisian.

Penyerahan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam upaya memperkuat perdamaian pascakonflik antara kedua desa. Puluhan senjata itu diserahkan dalam kegiatan silaturahmi dan makan bersama yang digelar di perbatasan Desa Munte dan Karondang, Kamis (24/9/2026).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Desa Munte Akbar dan Kepala Desa Karondang Jumhari bersama Kapolsek Bone-Bone AKP Muhajir.

Dari total 60 pucuk senjata yang diserahkan, terdiri dari 57 pucuk senjata rakitan jenis paporo dan 3 pucuk senapan angin.

Rinciannya, warga Desa Karondang menyerahkan 28 pucuk paporo dan 2 senapan angin, sementara warga Desa Munte menyerahkan 29 pucuk paporo dan 1 senapan angin.

Penyerahan senjata tersebut disebut merupakan hasil kesadaran masyarakat sendiri sebagai bagian dari komitmen menjaga perdamaian dan mencegah kembali terjadinya pertikaian antardesa.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh haru itu digagas Anggota DPRD Luwu Utara Dapil 3 Bone-Bone-Tanalili, Heriansyah Efendi (PAN) dan Suaeb Saing Latief (PKB).

Turut hadir Camat Tanalili Syamsuria, Danramil Bone-Bone Letda Juslin, Danpos TNI AL Munte Letda Muhammad Hamka, serta ratusan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan tokoh perempuan dari kedua desa.

Kapolsek Bone-Bone AKP Muhajir mengatakan penyerahan senjata secara sukarela tersebut menunjukkan keseriusan masyarakat dalam menjaga keamanan dan mempertahankan perdamaian yang telah dibangun.

“Dengan adanya kegiatan ini, harapan kami dari pihak keamanan betul-betul dilaksanakan dan bersama-sama menjaga kamtibmas. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi bukti keseriusan kedua belah pihak untuk menghentikan pertikaian antardesa,” tegas Muhajir.

Ia juga menyampaikan apresiasi pimpinan Polres Luwu Utara atas kesadaran warga kedua desa yang secara sukarela menyerahkan senjata.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun perdamaian yang tidak hanya disepakati secara kelembagaan, tetapi juga tumbuh dari kesadaran masyarakat.

“Atas nama pimpinan, Bapak Wakapolres menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi dan kesadaran warga Munte dan Karondang. Penyerahan senjata secara sukarela ini adalah bukti bahwa perdamaian yang kita bangun adalah perdamaian sejati dari hati masyarakat,” ujar Muhajir menyampaikan pesan Wakapolres.

Apresiasi juga disampaikan Danramil Bone-Bone Letda Juslin. Ia mengapresiasi seluruh pihak, khususnya anggota DPRD Luwu Utara yang turut memfasilitasi kegiatan tersebut.

“Saya mengapresiasi Bapak Dewan kita yang menyelenggarakan kegiatan hari ini. Kita melihat begitu antusiasnya warga kedua desa. Kegiatan ini jangan hanya seremonial hari ini saja, tetapi diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk selamanya,” imbaunya.

Penyerahan 60 pucuk senjata tersebut menjadi simbol komitmen warga Munte dan Karondang untuk meninggalkan konflik serta memperkuat hubungan sosial kedua desa.

Momentum tersebut sekaligus diharapkan menjadi awal baru bagi masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban secara bersama-sama serta memastikan perdamaian pascakonflik dapat berlangsung secara berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *