LUWU — Seperti yang kita ketahui, bahwa beberapa minggu terakhir ini gaung DOB Luwu Tengah dan pemekaran Provinsi Luwu Raya menjadi salah satu sentral news. Dalam pemekaran provinsi Luwu Raya, banyak hal yang mesti di jaga untuk membuat kondisi tetap kondusif dalam menjemput pemekaran provinsi Luwu Raya itu sendiri.
Beberapa hari terakhir, banyak media yang meliput pernyataan salah satu anggota DPRD Luwu Timur HM Siddiq dalam pernyataannya bahwa Walmas dinilai belum layak sebagai Daerah Otonomi Baru. Tentu ini bisa saja menimbulkan persepsi ketidakkompakan pemangku kebijakan dalam perjuangan provinsi Luwu Raya lewat Pemekaran DOB Luwu Tengah.
Dalam video yang bersileweran di media sosial atas pernyataan HM Siddiq, bahwa Wotu lebih layak daripada Walmas untuk menjadi Daerah Otonomi Baru, mendapat respon serius dari salah satu aktivis Demisioner Ketua Advokasi Ham Lutim Batara Guru, Ryan Adam. Menurutnya, ini bisa menimbulkan persepsi masyarakat yang ada didalam maupun diluar Luwu Raya mengenai kekompakan kita dalam perjuangan pemekaran.
“Saya rasa statement yang di lontarkan oleh Bapak HM Siddiq ini sama sekali tidak menghargai nilai sejarah dan dapat memecah belah nilai perjuangan yang telah dibangun sejak lama. Bapak HM Siddiq saya rasa juga perlu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dimana Luwu Tengah ini bukan hanya berbicara mengenai SDA, tapi juga perlu melihat sisi administratif yang perlu di jangkau oleh masyarakat agar lebih cepat dan mudah untuk di akses,” ujar Ryan Adam
Ryan Adam juga menambahkan bahwa Bapak HM Siddiq perlu belajar dari sikap Indisipliner nya yang dapat berdampak pada dirinya sendiri di kemudian hari.
“Bapak HM Siddiq yang terhormat juga perlu belajar bahwa setiap tindakan dan perkataan pastinya memiliki resiko, sebagaimana hukum sebab akibat berlaku. Dan Bapak HM Siddiq perlu belajar untuk lebih disiplin lagi untuk memahami serta memaknai nilai perjuangan yang telah dibangun oleh gelombang perjuangan pemuda, masyarakat dan mahasiswa dalam pemekaran DOB Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya. Agar tidak jatuh lagi pada perjuangan yang salah,” tutup Ryan Adam. (*)












