LUWU- Dituding bekerja sama dengan para pelangsir menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi, Manajemen SPBU 75.919.26 Lare-Lare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, meminta hak jawab kepada salah satu media online yang sebelumnya memuat pemberitaan tersebut, Jumat (23/10/2026).
Melalui pengawas SPBU Lare-Lare, Fail Mahfud meminta agar dugaan pelanggaran yang diberitakan disalah satu media online tersebut dibuktikan secara jelas sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai fakta di lapangan.
“Kami sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang dimuat salah satu media online yang menuding kalau SPBU kami melakukan kerja sama dengan para pelangsir yang menggunakan kendaraan tangki modifikasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi,” katanya.
Setelah adanya pemberitaan tersebut, Fail mengaku telah membangun komunikasi dengan pihak media yang menerbitkan pemberitaan tersebut melalui perantara, namun kata Fail upaya itu tidak membuahkan hasil. Penjelasan dan tudingan tersebut juga tidak diperolehnya.
“Upaya membangun komunikasi melalui perantara yang kami bangun tidak membuahkan hasil, yang bersangkutan hanya berpesan jika sumber informasi ia jaga. Menurut kami, pemberitaan itu tidak memberikan ruang bagi kami untuk melakukan klarifikasi secara memadai,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan bahwa, media online maupun Lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai bagian dari kontrol sosial seharusnya turut mendorong penyelesaian persoalan berdasarkan fakta dan informasi yang dapat ditindaklanjuti.
“Kami tidak keberatan jika terdapat laporan atau temuan tentang dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi, namun kami meminta agar kendaraan yang diduga menggunakan tangki modifikasi seperti yang diberitakan dapat diidentifikasi atau ditunjukkan kepada kami, pihak SPBU,” katanya.
“Dalam pemberitaan itu, kami dari SPBU dituding bekerja sama dengan pelangsir yang menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kerja samanya untuk menunjukkan kendaraan yang disebut dalam pemberitaan itu agar ke depannya kami tidak lagi melayani kendaraan seperti itu,” ucapnya.
Fail juga mengatakan bahwa, informasi yang jelas akan membantu pihak SPBU melakukan pemeriksaan sekaligus mengambil langkah yang diperlukan apabila dikemudian hari terdapat pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi.
“Manajemen SPBU kami selalu terbuka terhadap kritik, laporan masyarakat, maupun pengawasan dari media dan lembaga sosial kontrol. Jika ditemukan adanya pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, manajemen menyatakan siap mengambil tindakan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
“Jadi teman-teman dari media atau lembaga sosial kontrol (LSM) bisa membantu kami dalam praktik-praktik yang diduga menyimpang di lapangan atau meluruskan sesuatu yang sifatnya menyimpang, dengan bukti yang memadai, kami tentunya akan melakukan tindakan, baik itu operator ataupun menindak kendaraan yang melakukan penyimpangan,” tabahnya.
Lebih lanjut Fail berharap, pemberitaan terkait penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Lare-Lare mengedepankan prinsip berimbang dengan memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk menyampaikan klarifikasi.
“Saya kira kita semuanya paham tentang pentingnya komunikasi yang terbuka antara media dan pihak terkait untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ucapnya.
“Pihak terus berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara proporsional melalui klarifikasi dan pemeriksaan berdasarkan fakta di lapangan. Kami juga meminta ruang hak jawab diberikan sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (*)












