Tiga Tahun Jabat Kasat Narkoba Polres Palopo, Ini Tantangan Terberat yang Dialami Zainuddin

  • Whatsapp
AKP Zainuddin bersama Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas saat serah terima jabatan Kasat Narkoba.

PALOPO – Polres Palopo menggelar serah terima jabatan lima perwira di Mapolres Palopo, Rabu (14/7/2021) pagi. Serah terima jabatan itu dipimpin Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas.

Salah satu perwira yang serah terima jabatan ialah Kasat Narkoba Palopo. Pejabat lama, AKP Zainuddin digantikan AKP Budiawan. Zainuddin sendiri dimutasi sebagai Panit 1 Unit 3 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sulsel. Sementara penggantinya Budiawan sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek di Polres Bulukumba.

Bacaan Lainnya

Zainuddin mengatakan dirinya menjabat sebagai Kasat Narkoba selama tiga tahun empat bulan. Selama tiga tahun itu dirinya mempelajari peredaran narkotika di Kota Idaman.

“Pasar narkotika di Palopo banyak. Untuk memberantas itu semua tidaklah mudah, perlu kerja ekstra keras. Jaringan narkoba di Palopo, dari sebagian daerah di Sulsel. Selain itu, ada juga dari Morowali,” ungkap AKP Zainuddin saat memberikan kesan selama menjabat sebagai Kasat Narkoba.

Dia menjelaskan, Kasat Narkoba yang baru punya banyak tantangan. Salah satu tantangan terberatnya ialah jika melibatkan anggota Polri ataupun keluarganya.

“Harus lebih aktif lagi dalam memberantas narkoba. Pejabat baru punya banyak tantangan dalam memberantas narkotika di Palopo. Tantangan terberat ialah jika melibatkan anggota Polri atau TNI dan keluarga mereka,” jelasnya.

“Jika sampai salah dalam penanganan, tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan masalah,” sambungnya.

Diketahui, selama menjabat sebagai Kasat Narkoba, AKP Zainuddin telah banyak menjebloskan penyalahguna narkotika ke bui. Tak sedikit dari pelaku merupakan anggota Polri ataupun keluarga polisi.

Sementara itu, Pejabat baru Kasat Narkoba Palopo, AKP Budiawan bakal melakukan pembenahan terlebih dahulu terhadap anggota Sat Res Narkoba. Dia mengaku tidak pandang bulu dalam memberantas zat psikotropika itu.

“Jika ada anggota terlibat narkoba, tentu akan diproses di Provost. Namun jika keluarga anggota yang terlibat, kami akan proses sesuai aturan yang berlaku. Kami tidak pandang bulu dalam memberantas narkoba,” tegasnya. (adn)







Pos terkait