TANA TORAJA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), diwarnai insiden serius. Sebanyak 150 siswa dan guru SMP diduga mengalami keracunan hingga harus dilarikan ke tiga rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Toraja hingga pukul 16.10 Wita, Kamis (3/9/2026), mencatat para korban tersebar di tiga rumah sakit.
Sebanyak 46 siswa menjalani perawatan di RS Sinar Kasih, sementara 29 siswa lainnya dilarikan ke RS Fatima.
Sedangkan di RSUD Lakipadada, terdapat 71 guru dan 4 siswa yang mendapatkan penanganan medis.
Para korban diketahui berasal dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale.
Kepala Dinkes Tana Toraja, Yosefina Rombetasik, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, data 150 orang merupakan jumlah korban yang telah terkonfirmasi berdasarkan pendataan dari tiga rumah sakit.
“Iya (150 siswa diduga keracunan) dari tiga RS. Data terkonfirmasi sampai saat ini,” ungkap Yosefina.
Bupati Turun Langsung Pantau Korban
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja langsung bergerak melakukan penanganan terhadap para korban. Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg bahkan turun langsung ke rumah sakit untuk memantau kondisi siswa dan guru yang menjalani perawatan.
Zadrak memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur yang berlaku.
“Tentunya semuanya akan ditangani sesuai dengan SOP,” ujar Zadrak.
Hingga saat ini, penyebab kejadian belum diketahui secara pasti. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber makanan maupun faktor lain yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Tim kesehatan juga tengah melakukan penyelidikan epidemiologi guna mengidentifikasi sumber serta penyebab kejadian secara lebih mendalam.
Pemkab Tana Toraja meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan dan penyelidikan resmi keluar.
Zadrak juga menyampaikan harapan agar seluruh siswa dan guru yang menjalani perawatan segera pulih.
“Mari kita berdoa bersama agar seluruh siswa dan siswi yang sedang mendapatkan penanganan dapat segera membaik dan kembali stabil,” pungkasnya. (*)












