Palopo Children Choir Raih Juara di THICF Toraja

Palopo Children Choir meraih juara kategori Children Choir pada gelaran Toraja Highland International Choir Festival (THICF) II, Kamis (7/9/2023) malam di Toraja.

TORAJA — Palopo Children Choir meraih juara kategori Children Choir pada gelaran Toraja Highland International Choir Festival (THICF) II, Kamis (7/9/2023) malam di Toraja. Selain juara, Palopo Children Choir juga diberi penghargaan sebagai tim terbaik.

Ada enam kategori yang dilombakan dalam event tersebut diantaranya, Children Choir, Mixed Choir, Musica Sacra. Kemudian Traditional Spritual, Vocal Group dan Folklore.

Bacaan Lainnya

Juara masing-masing kategori tersebut selanjutnya bertanding di babak grand prix yang berhadiah Rp 50 juta.

Sayangnya di babak grand prix, anak asuhan Emi Ibrahim itu kalah bersaing dengan peserta lainnya.

Gema Sangkakala Female Choir asal Manado keluar sebagai pemenang Grand Prix dalam malam puncak gelaran THICF II dan membawa pulang piala tetap serta uang tunai sebesar Rp 50 juta dari pihak penyelenggara.

Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Palopo, David Somalinggi memberikan apresiasi atas penampilan Palopo Children Choir di ajang tersebut.

“Pertama kalinya Palopo Children Choir ikut event ini. Kita sangat bersyukur, anak-anak bersama ibu pelatih sudah menampilkan yang terbaik. Walaupun hasilnya belum mampu menjadi pemenang di grand Prix,” kata David.

Pihaknya akan mengupayakan di event berikutnya bisa tampil lebih maksimal lagi dengan target juara grand prix. Rencananya THICF III akan kembali digelar tahun 2024 mendatang.

Anggota DPRD Sulsel asal Toraja, Jhon Rende Mangontan menyerahkan piala kepada Palopo Children Choir.

Diketahui THICF II diikuti 800 peserta yang terdiri dari 16 tim yang berasal dari 6 Provinsi di Indonesia, yakni Papua, Maluku, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, serta Sulawesi Selatan.

2nd THICF digelar selama tiga hari, 5-7 September di gedung Tammuan Mali’ Makale, Tana Toraja.

Kompetisi paduan suara THICF menggunakan sistim standar international. Tak heran, dewan juri yang dihadirkan pun berkelas dengan rekam jejak prestisius.

Dari lima dewan juri, dua diantaranya berasal negara Belgia dan Jepang, sementara tiga lainnya dari Bandung, Malang dan Medan. (*)































Pos terkait