Aktivis Desak Pemkab dan Penegak Hukum di Luwu Selidiki Kelangkaan Pupuk

  • Whatsapp
GAM Cabang Luwu Raya menyikapi persoalaan terjadi nya kelangkaan pupuk bersubsidi.
8

LUWU — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Cabang Luwu Raya, menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Trans Sulawesi Selatan tepatnya di Perempatan Bua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Kamis (18/2/2020) siang.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut GAM Cabang Luwu Raya menyikapi persoalaan terjadi nya kelangkaan pupuk bersubsidi. Koordinator Lapangan Akhsa Afandi dalam orasinya mengatakan, salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan pendapatan petani adalah pupuk sebagai sumber nutrisi yang dapat memaksimalkan proses pertumbuhan tanaman, sehingga dapat meningkatkan produksi dan kesejatraan petani.

Bacaan Lainnya

“Namun mirisnya ketersediaan pupuk bersubsidi khususnya di wilayah kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, yang sudah masuk dalam musim tanam, sangat langka ditemui oleh para petani sehingga petani sangat mengeluh dan khawatir akan pertumbuhan dari tanaman padinya,” ucap Akhsa Afandi dalam orasinya.

Lanjutnya terjadinya kelangakaan pupuk bersubsi sebagai bentuk kegagalan Mentri Pertanian dalam mengakomodir kebutuhan pupuk untuk para petani. Dia juga menduga adanya permainan yang dilakukan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab dalam penyaluran pupuk sehingga terjadinya kelangkaan pupuk di Kabupaten Luwu.

“Tejadinya kelangkaan pupuk ini sebagai bentuk kegagalan Mentri Pertanian Bapak Syahrul Yasin Limpo dalam mengakomodir kebutuhan pupuk para petani yang ada di Indonesia sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan pupuk,” tegasnya.

Olehnya itu, pihaknya mendesak kepada stakeholder yang ada di Kabupaten Luwu dan para penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terkait kelangkaan pupuk ini.

“Karena kami menduga adanya permainan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam penditsribusian pupuk bersubsi ini,” tandasnya. (rls)

Pos terkait