PALOPO- Warga Kota Palopo dibuat heboh dengan penemuan granat nanas dengan kondisi tidak memiliki cincin pengaman (safety pin) diduga masih aktif di tempat pemakaman umum (TPU) saat melakukan kerja bakti, Sabtu (04/04/2026) kemarin.
“Saat kami kerja bakti bersih-bersi di TPU, saya melihat ada granat seperti mainan, kemudian kami memanggil pihak keplisian, kata mereka kemungkinan granat itu masih aktif,” kata Jufri (43) salah seorang warga yang turut dalam kegiatan bakti sosial itu.

Jufri yang pertama kali melihat granat tersebut mengatakan bahwa, ia menemukan granat sekitar pukul 09.00 Witam kemudian memanggil pihak kepolisian.
“Kami sampaikan dulu ke kelurahan, kalau kami menemukan granat di TPU, kemudian pihak kepolisian datang dan langsung memasang garis polisi untuk mengantisipasi dan mencegah bahaya. Warga juga takut mendekat,” terangnya.
Setelah mendapatkan laporan tersebut, Unit Penjinak Bom (Jibom) Datasemen Gegana Satbrimob Polda Sulsel kemudian menuju ke lokasi penemuan untuk melakukan evakuasi.
Setibanya di TPU Kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat, Palopo pada Minggu (05/04/2026) Tim Jibom Datasemen Gegana Satbrimob Polda Suslel langsug mengamakan granat tersebut dan melakukan pemeriksaan di sekitar penemuan .
Granat Nanas yang masih aktif itu kemudian dijenakan dengan cara dikubur sebelum diledakan oleh Tim Jibom sekitar pukul 10.35 Wita dan mengimbau warga agar menjauh dari lokasi peledakan.
“Tadi Tim Jibom Datasemen Gegana Satbrimob Polda Sulsel sudah melakukan pemusnahan atau pendibtusolaan temuan bom militer jenis granat,” kata Aakasup Jibom Gegana Satbrimob Polda Sulsel, Iptu Syahril.
Ia juga mengatakan bahwa, granat nanas yang ditemukan oleh warga itu sudah ada sejak zaman Belanda menduduki Indonesia. Syahril juga memprediksi jika di zaman itu, pasukan Belanda pernah membuat basecamp tepat di lokasi penemuan.
“Granatnya ada di lokasi TPU itu sebab kemungkinan dulu di lokasi penemuan merupakan basecamp pasukan militer Belanda, sebab ada beberapa temuan granat serupa di Indonesia,” terang Iptu Syahril.
Wakasup Jibom Gegana, Iptu Syahril juga menyebutkan bahwa, granat ditemukan dalam kondisi lengkap, hanya saha pen atau safety pen pada granat tersebut telah rapuh karena karat.
“Safety pinnya masih lengkap, hanya pennya yang sudah karatan. Namun jika ditanya kemungkinan granat serupa masih ada di lokasi ini (TPU) kami pastikan sudah aman, karena tadi sudah dilakukan pengecekan menyeluruh,” bebernya.
“Jika ada warga yang kembali menemukan granat atau bahan militer lainnya, kami berharap segera melaporkan penemuan itu ke pemerintah dan pihak kepolisian setempat,” tandasnya. (*)












