DaerahSulsel

Koalisi Ojek Online Nasional Gowa Protes Fitur Fokus Maxim

×

Koalisi Ojek Online Nasional Gowa Protes Fitur Fokus Maxim

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 10 20 at 21.06.43 e1792558269128
Koalisi Ojek Online Nasional unjukrasa di Kantor Maxim Gowa, protes terkit Fitur Fokus pada Aplikasi Maxim yang berbayar.
61 / 100 Skor SEO

GOWA- Ratusan driver yang tegabung dalam Koalisi Ojek Online Nasional Kabupaten Gowa melakukan demonstrasi di kantor Maxim. Aksi unjukrasa yang dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026) kemarin itu menyorot kehadiran fitur yang hanya fokus pada aplikasi teransportasi online Maxim, Rabu (21/10/2026).

Ketua ojek Online Nasional, Risal H saat melaksanakan demonstrasi mengatakan bahwa aplikasi tersebut dinilai berpotensi menciptakan kesenjangan kesempatan memperoleh pesanan di antara para mitra pengemudi atau driver.

“Fitur Fokus ini merupakan salah satu fasilitas yang ditawarkan kepada mitra driver Maxim dengan jaminan peningkatann peluang mendapatkan pesanan. Sementara untuk mengaktifkan fitur tersebut mitra diver harus membayar mulai dari Rp12 ribu sampai Rp20 ribu,” katanya.

“Perhitungan pembayaran Rp12 ribu ini untuk 5 jam, Rp15 ribu untuk 6 jam, Rp17 ribu untuk 7 jam, dan Rp20 ribu untuk 9 jam. Namun penerapan sistem prioritas berbayar ini justru menimbulkan pertanyaan terkait prinsip keadilan dan pemerataan distribusi pesanan, khususnya bagi mitra pengeidi yang tidak menggunakan atau mampu membeli fitur tambahan tersebut,” tambah Risal.

Dengan adanya fitur prioritas itu, lanjut Risal mitra driver yang membayar berpotensi mendapatkan kesempatan menerima pesanan lebih besar dibandingkan pengemudi yang hanya mengandalkan sistem regular.

“Kondisi ini dikhawatirkan dapat menciptakan persaingan yang tidak seimbang di antara sesama mitra pengemudi. Mereka yang memiliki kemampuan lebih untuk membeli fitur tambahan memperoleh keuntungan berupa prioritas pesanan, sementara pengemidi lainnya berpotensi mengalami penurunan kesempatan mendapat orderan,” terangnya.

Selain itu, pembayaran untuk penggunaan selama 5-9 jam juga menjadi persoalan tersendiri, sebab kata Risal fasilitas prioritas tersebut belum tentu menjamin jumlah pesanan yang diterima maupun pendapatan yang diperoleh pengemudi selama masa penggunaan.

“Yang artinya, mitra driver harus mengeluarkan biaya tambahan tanpa ada kepastian bahwa penghasilan yang diperoleh akan mampu menutupi biaya pembelian fitur tersebut,” ucapnya.

Terakhir, Risal mengatakan bahwa, dalam praktif fitur ini, penghasilan pengemudi transportasi online sangat bergantung pada jumlah pesanan yang diterima setiap hari. Selain menghadapi biaya bahan bakar, perawatan kendaraan, dan kebutuhan operasional lainnya, pengemudi kini dihadapkan pada pilihan untuk mengeluarkan biaya tambahan demi memperoleh peluang pesanan yang lebih besar namun tidak jelas.

“Selain itu, penghasilan yang diperoleh oleh driver masih harus dipotong oleh pajak aplikasi yang harus dibayarkan oleh para mitra driver maxim, dengan potongan platfirm fee 10 persen, PPN 8%, dan fee Maxim 3-5%,” tandasnya. (Tds/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *