LUWU- Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) berencana melakukan feasibility study atau studi kelayakan dan kajian lingkungan jalan lingkar pesisir Belopa, Kamis (09/04/2026).
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Dinas PUTR, Ikhsan Asaad. Secara umum ia menjelaskan bahwa studi kelayakan jalan lingkar itu dilatar belakangi oleh identifikasi kebutuhan dan tujuan pembangunan khususnya di daerah pesisir Belopa.
“Selain itu, juga ada beberapa analisis yaitu analisis teknis atau evaluasi kondisi geografis, topografi, dan geologi daerah pesisir. Analisi ekonomi dan analisis Sosial yang berdampak pada masyarakat lokal pesisir,” terangnya.
Dari segi kajian lingkungan, lanjut Ikhsan Asaad, potensi jalan lingkar ini berdampak pada lingkungan pesisir seperti ekosistem, kualitas air dan udara, serta akan berdampak terhadap keanekaragaman hayati.
“Sementara mitigasi dampak lingkungannya yaitu mengurangi dampak lingkungan seperti penggunaan teknologi ramah lingungan, pengelolaan limbah dan polisi, serta konservasi keanekaragaman hayati,” tandasnya.
Informasi yang dihimpun untuk feasibility study atau studi kelayakan pembangunan jalan lingkar pesisir Belopa ini, pemerintah daerah Kabupaten Luwu mengalokasikan anggaran dengan Pagu sebesar Rp500 juta. (*)












