Sejarah Mata Uang Indonesia, Pernah Diedarkan Sembunyi-sembunyi

  • Whatsapp
65

JAKARTA – Kehadiran rupiah sebagai mata uang resmi di Indonesia punya sejarah panjang yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa. Sebelum resmi diberi nama rupiah, mata uang pertama RI diberi nama Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). Untuk mengedarkan ORI di masanya sungguh penuh perjuangan, sampai-sampai dibagikan secara sembunyi-sembunyi, padahal waktu itu Indonesia sudah merdeka.

Dilansir ritmee.co.id dari Detikcom, satu tahun setelah kemerdekaan, tepatnya per 30 Oktober 1946, akhirnya pemerintah mulai menerbitkan mata uang pertama RI yaitu ORI. Selain sebagai alat pembayaran yang sah, ORI juga melambangkan keabsahan pemerintahan Indonesia, dianggap sebagai atribut negara merdeka, berdaulat dan pemersatu bangsa.

Peredaran ORI pun disambut baik oleh masyarakat Indonesia. Enam hari setelah pengumuman tentang ORI, sebuah surat kabar “Rakyat” memuat berita yang berjudul “Uang kita menang, kata rakyat Jakarta”. Dalam berita tersebut ditulis jika seorang tukang becak lebih suka dibayar dengan ORI pecahan 20 sen dibanding menerima bayaran satu gulden uang NICA (Netherland Indies Civil Administration atau Pemerintah Sipil Hindia Belanda).

Saat awal peredarannya, masing-masing penduduk mendapatkan Rp 1 agar jumlah uang Jepang dan gulden NICA yang masih digunakan bisa hilang dengan sendirinya. Para pelajar menjadi agen untuk pengedaran uang ini.

Namun pengedaran ORI tak semudah pengumumannya. Meskipun Indonesia sudah merdeka, situasi keamanan masih tidak menentu. ORI kala itu diedarkan secara sembunyi-sembunyi. Namun peredaran ORI ini mampu membangkitkan rasa solidaritas nasionalisme rakyat Indonesia.

Kurir ORI selalu siap untuk mengirimkan ke seluruh penjuru Indonesia. Banyak yang dilakukan seperti menyimpan ORI di keranjang rumput ternak, menyembunyikan di boncengan sepeda, di bakul sayur. Namun tak jarang, masyarakat Indonesia pengedar ORI yang tertangkap NICA harus merasakan siksaan yang menyebabkan mereka kehilangan nyawa.

Pengedaran ORI yang dilakukan secara gerilya membuat pasokan ORI di daerah tersendat. Selain itu sulitnya komunikasi antar pusat dan daerah setelah serangan militer Belanda membuat ORI langka di daerah. Karena itu, pemerintah mengizinkan daerah yang tak terjangkau ORI untuk menerbitkan uang sendiri yang hanya berlaku di daerahnya. Uang inilah yang disebut ORIDA atau oeang republik Indonesia Daerah.

Banten adalah wilayah pertama yang menerbitkan ORIDA. Emisi pertama ORIDA Banten terbit pada 12 Desember 1947 sesuai instruksi pemerintah pusat RI kepada Residen Banten Kyai Haji Achmad Chatib.

Tiga tahun berselang tepatnya pada 1950, konferensi meja Bundar pada 1949 menyepakati pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS). Karena adanya pemerintahan ini, ORI dan ORIDA ditarik dari peredaran dan uang rupiah RIS menjadi mata uang untuk alat pembayaran yang sah di Indonesia. (*)

Pos terkait