HeadlinePemerintahan

Tanggul Permanen untuk Sungai Baliase dan Masamba Segera Dibangun, Bupati Luwu Utara: “Ditangani Tahun ini”

×

Tanggul Permanen untuk Sungai Baliase dan Masamba Segera Dibangun, Bupati Luwu Utara: “Ditangani Tahun ini”

Sebarkan artikel ini
andi abdullah rahim 1767929992150 169 e1767942542432
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim saat menyerahkan proposal perencanaan penanggulangan tanggul permanen untuk Sungai Masamba dan Sungai Baliase di Kantor Kementerian PU.

LUTRA- Melalui daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mendapat bantuan anggaran sebesar Rp43 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pembangunan tanggul permanen di Sungai Baliase dan Masamba, Jumat (09/01/2026).

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim saat melakukan pertemuan dengan Kepala Subdirektorat Wilayah IV Direktorat Sungai dan Pantai, Hendra Ramadhani, mulai membahas tentang pembangunan tanggul tersebut di Kementerian PU di Jakarta pada Kamis (08/01).

“Kami memberikan proposal usulan penanganan tanggul permanen pada sungai yang jebol di pertemuan Sungai Baliase dan Masamba, dan penangan permanan tanggol jebol di Desa Mario, Kecamatan Baebunta dan langsung dijawab oleh subdit wilayah IV dan Alhamdulillah sudah fix akan ditangani pada 2026 dengan anggaran Rp19 miliar dan Rp24 miliar dari Kementerian PU,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Andi Rahim, ia juga meminta agar Kementerian PU melakukan penanganan permanen tanggul di Sungai Masamba, sebab menurut dia pascabanjir bandang tahun 2020 lalu, tanggul tersebut dibangun hanya bersifat sementara.

“Kami juga meminta penanganan permanen tanggul yang berada di Kota Masamba, sebab pascabanjir bandang lalu, tanggul yang ada sekarang itu masih bersifat sementara dan perlu diperbaiki,” ungkapnya.

Bupati Luwu Utara juga berharap, tanggul tersebut diperbaiki dan menjadi permanen agar tidak berdampak atau membahayakan masyarakat.

“Jadi kami ajukan juga, mengingat kita butuh untuk perbaikannya, sehingga kemarin saya meminta minimal ada perencanaan terkait penanganan tanggul di Kota Masamba,” tandasnya.

Dalam pertemuan dengan Kementerian PU itu, juga dihadiri oleh Direktur Air Tanah dan Air Baku, Bastari, Kepala Subdiktorat Wilayah IV Direktorat Air Tanah dan Air Baku, Dina Noviadriana, serta Kabalai BBWS Pompengan Jeneberang, Herianto Waluyadi dan Kepala Bidang PJSA BBWS Pompengan Jeneberang Zul Arifin yang hadir melalui zoom. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *