HeadlineBisnisIndustri

Vale Indonesia Dorong UMKM Lokal Tumbuh Lebih Pesat dengan Menghadirkan Rumah Oleh-Oleh Telaloa

×

Vale Indonesia Dorong UMKM Lokal Tumbuh Lebih Pesat dengan Menghadirkan Rumah Oleh-Oleh Telaloa

Sebarkan artikel ini
IMG 20261006 WA0013 e1791264943958
Upaya mendorong peningkatan peluang pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), PT Vale Indonesia (Vale Indonesia) meresmikan Rumah Oleh-Oleh Telaloa sebagai kanal pemasaran bagi produk lokal di Desa Magani, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur.
60 / 100 Skor SEO

LUWU TIMUR- Menjawab tantangan dalam mendapatkan akses pasar yang dapat menopang keberlanjutan usaha, PT Vale Indonesia (Vale Indonesia) memberikan pendampingan hingga mendorong peningkatan peluang pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Selasa (06/10/2026).

Salah satu peningkatan pemasaran yang diberikan oleh Vale Indonesia yakni peresmian Rumah Oleh-Oleh Telaloa yang berlokasi di Desa Magani, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus mengungkapkan bahwa, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan menghasilkan produk.

“Pelaku usaha juga membutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari kapasitas pengelolaan usaha, pemenuhan legalitas, hingga akses terhadap pasar. Tanpa dukungan tersebut, produk lokal berpotensi memiliki keterbatasan dalam menjangkau konsumen dan berkembang secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Yusri, Vale Indonesia mendorong pembinaan UMKM yang berkelanjutan beriringan dengan pembukaan akses pasar. Pendekatan ini kata dia, diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk.

“Namun juga masuk dan memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki peluang untuk meningkatkan usahanya. Meski demikian, masih banyak kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM, untuk itu kami berharap pendampingan dan pembukaan akses pasar melalui Pusat Oleh-Oleh Telaloa ini dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya,” ucapnya.

Sementara Camat Nuha, Arief Fadillah Amier mengatakan bahwa, pengembangan UMKM membutuhkan komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak.

“Diperlukan kolaborasi, duduk bersama, dan banyak komunikasi agar kitab isa memberikan Solusi kepada UMKM, termasuk agar semakin banyak produk yang dapat masuk dan dipasarkan di sini. Ini merupakan upaya yang bauk untuk membuka ruang bagi pelaku UMKM,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa, pemerintah akan terus mendukung berbagai upaya yang memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

“Kami akan selalu mendukung hal-hal baik yang dilakukan oleh Vale Indonesia, terlebih untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan masyarakat. Semoga pusat oleh-oleh ini bisa terus berkembang, mendukung kemajuan ekonomi lokal,” ucap Camat Nuha.

Melalui integrasi pendampingan, penguatan kapasitas, pemenuhan legalitas, dan perluasan akses pasar ini, Vale Indonesia mendorong UMKM lokal untuk memiliki fondasi usaha yang lebih kuat dan peluang pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Rumah Oleh-Oleh Telaloa ini menjadi salah satu bentuk konkret dari upaya Vale Indonesia dalam mendorong perkembangan produk lokal yang berkelanjutan dengan membawa produk UMKM lebih dekat kepada pasar dan masyarakat.

Dengan keberadaan Rumah Oleh-Oleh Telaloa menjadi bagian dari upaya memberikan bagi produk UMKM untuk bertemu dengan pasar, sehingga dapat menumbuhkan bisnis dengan lebih pesat.

Kanal pemasaran yang lebih dekat dengan masyarakat, pelaku usaha juga diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperkenalkan dan mengembangkan produknya secara mandiri.

Saat ini, tercatat sebanyak 127 UMKM telah menjadi UMKM binaan Vale Indonesia, serta ada 49 UMKM potensial yang sedang dibidik untuk menjadi UMKM binaan. Para pelaku usaha tersebut tersebar di empat kecamatan yakni Nuha, Towoti, Wasuponda, dan Malili.

Rumah Oleh-Oleh Telaloa ini nantinya akan beroperasi Senin hingga Sabtu, mulai pukul 09.00-17.00 WITA. Kehadiran rumah oleh-oleh ini diharapkan menjadi salah satu kanal pemasaran bagi produk UMKM dari empat kecamatan, sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem usaha yang menghubungkan pelaku UMKM, koperasi, masyarakat, dan pasar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *