ADVETORIAL : Pemkot Palopo Rapat Evaluasi Program Bangga Kencana

  • Whatsapp
Walikota Palopo, HM Judas Amir menyerahkan buku rekening kepada kader dasawisma di sela rapat evaluasi pelaksanaan program Pembangunanaan Kependudukan Keluarga berencana (Bangga Kencana) tahun 2020 dan Percepatan Capaian Target Akseptor tahun 2021.
13

PALOPO — Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kota Palopo, Farid Kasim Judas memimpin rapat evaluasi pelaksanaan program Pembangunanaan Kependudukan Keluarga berencana (Bangga Kencana) tahun 2020 dan Percepatan Capaian Target Akseptor tahun 2021.

Farid Kasim Judas

Rapat tersebut digelar di Lapangan Tennis Saokotae, Rabu (18/11/2020). Dihadapan kader PPKBD, Sub PPKBD hingga TP-PKK, FKJ sapaan akrab kepala DPPKB menyampaikan ucapan terimakasih karena telah membantu kota Palopo untuk pertama kalinya meraih nilai tertinggi di Sulsel capaian kepesertaan Keluarga Berencana (KB).

Bacaan Lainnya

“Terimakasih kepada kader Sub PPKBD, kader PPKBD yang telah bekerja keras dalam rangka mencapai akseptor yang baik. Ini artinya, kader sudah bekerja dengan baik dan memahami tupoksinya. Terimakasih juga kepada teman-teman lurah,” kata FKJ disambut aplaus ratusan kader yang hadir.

Farid Kasim Judas memimpin rapat evaluasi pelaksanaan program Pembangunanaan Kependudukan Keluarga berencana (Bangga Kencana) tahun 2020 dan Percepatan Capaian Target Akseptor tahun 2021.

Atas capaian tersebut, FKJ berjanji ke depan akan memberikan reward kepada mereka yang telah membantu pemerintah mencapai program DPPKB.

“Kita akan berikan reward. Kalau tingkat kecamatan, tiga dulu. Kecamatan Bara, Wara dan Wara Timur. Hadiahnya motor untuk juara 1. Untuk kelurahan, televisi dan kulkas,” jelas FKJ.

“Reward ini bukan dari APBD, tapi ada sponsor melalui CSR bahwa akan memberikan dukungan agar capaian akseptor bisa meningkat,” tambah FKJ.

“Kalau kader PPKBD dan Sub PPKBD, apa hadiahnya. Karena sudah juara, saya usulkan ke walikota agar dinaikkan insentifnya. Tugas kami memberikan reward, karena Anda sudah bekerja dengan baik,” sambung FKJ.

Dalam kesempatan itu, FKJ juga membeberkan data ASN tidak tertib sebagai peserta KB. “Nanti akan disusun regulasinya bahwa semua ASN wajib jadi akseptor sepanjang dia masih pasangan usia subur (push),” tandasnya.

Sementara itu, walikota Palopo, HM Judas Amir memastikan akan ada kenaikan insentif. “Tolong pak sekda di catat. Naikkan insentif Kader PPKBD dan Sub PPKBD. Naikkan 50 persen dari Rp100 ribu. Dan sesuaikan jumlah kader dengan penduduk di wilayahnya,” kata walikota dua periode itu.

Walikota juga tak hentinya mengingatkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19. Termasuk mengantisipasi dini bencana dengan membersihkan drainase. (adv)

Pos terkait