Anggota DPRD Sulsel Bocorkan Pendapatannya Dalam Setahun, Segini Besarnya…

  • Whatsapp
Sejumlah anggota DPRD Sulsel saat dilantik beberapa waktu lalu.

MAKASSAR — Tidak salah jika para politisi berlomba-lomba untuk menjadi anggota DPRD. Khusus di DPRD Sulsel, 85 wakil rakyat memperoleh pendapatan yang cukup menggiurkan setiap tahun.

Secara gamblang, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Darmawangsyah Muin, membeberkan sumber-sumber pendapatannya. Hal itu diungkapkan di canal Youtube Rijal Djamal yang diunggah Senin (27/09/2021) lalu.

Bacaan Lainnya

Politisi Gerindra ini mengungkapkan, gaji anggota DPRD Sulsel bervariasi. Bagi yang belum berkeluarga Rp 37 juta sementara yang berkeluarga Rp 40-an juta. Bukan hanya itu, setiap bulan anggota DPRD Sulsel diberi kurang lebih Rp 70 juta untuk Sosialisasi Perda Daerah (Sosper) dan Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang).

” Ini setiap bulan. Misalnya bulan ini Sosper bulan depan Sosbang. Satu kali Sosper atau Sosbang di beberapa titik,” katanya. Kemudian ada dana reses yang besarnya Rp 155 juta. Dalam setahun, legislator DPRD Sulsel melaksanakan reses sebanyak 3 kali. Sekali reses, di enam titik.

Anggota DPRD juga mendapatkan dana pokir (pokok-pokok pikiran). Darmawangsyah Muin mengaku besarnya pokir bervariasi antara Rp 2 Miliar hingga Rp 4 miliar dalam setahun.

” Tidak besar tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dana pokir ini kembali ke masyarakat. Misalnya, ada masyarakat yang meminta traktor, bibit dan lainnya bisa diberikan lewat pokir. Tapi, anggota dewan dilarang kerja pokir karena itu melanggar. Jadi eksekutif yang memberikannya ke masyarakat secara langsung,” katanya.

Sebenarnya, kata peraih suara terbanyak DPRD Sulsel pada pileg 2019 ini, jika dibanding dengan pengeluaran pendapatan anggota DPRD tidak mencukupi. ” Bayangkan, dalam sehari proposal bisa sampai 15 proposal. Tidak mungkin tidak kita berikan. Misalnya, ada mahasiswa yang mau mubes, pelantikan atau acara 17-an dan lainnya. Tadi, saya baru saja membantu Rp 2 juta sebelum datang ke sini,” katanya.

Untuk sosper dan sosbang lanjut dia, juga terkadang minus. ” Honor pemateri, staf dan lainnya untuk satu titik bisa mencapai Rp 15 juta. Masyarakat yang hadir juga diberi uang transpor antara Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu,” katanya.

Sekretaris Gerindra Sulsel ini mengatakan dirinya membeberkan pendapatan anggota DPRD supaya transparan ke masyarakat. ” Tidak ada yang ditutup-tutupi. Semuanya harus diketahui oleh publik,” tandasnya. (*/adn)









Pos terkait