HeadlinePemerintahanSulsel

Dianggarkan 17,89 Miliar, Gubernur Sulsel Groundbreaking Rehabilitasi Irigasi di Kabupaten Luwu

×

Dianggarkan 17,89 Miliar, Gubernur Sulsel Groundbreaking Rehabilitasi Irigasi di Kabupaten Luwu

Sebarkan artikel ini
5e8dc855 b29a 4eac 8ef9 42cf41df6e26 e1783237876383
Peletakan batu pertama (groundbreaking) rehabilitasi irigasi di Desa Sampeang, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sabtu (04/07/2026) kemarin.
60 / 100 Skor SEO

LUWU- Melalui Pembangunan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Lengkong Pini Paket 4, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Sampeang, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sabtu (04/07/2026) kemarin.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan, Astina Abbas dalam laporannya menjelaskan bahwa, proyek tersebut merupakan bagian dari Program Paket 5 rehabilitasi irigasi yang tersebar di lima kabupaten dengan delapan daerah irigasi.

“Untuk Paket 4 berada di Kabupaten Luwu, rehabilitasi ini ditargetkan mampu meningkatkan fungsi layanan irigasi dari kondisi saat ini, yaitu sekitar 52,8 persen menjadi 82,8 persen atau sekitar 828 hektare lahan sawah yang dapat terairi secara oprimal,” teranganya.

Dikesempatan itu, Astina juga menyampaikan bahwa, meski demikian, masih terdapat sekitar 300 hektare lahan sawah di wilayah Makawa yang belum memperoleh layanan irigasi.

“Namun, jika jaringan dapat diperpanjang melalui Pembangunan saluran tambahan, maka cakupan layanan irigasi ini sangat berpotensi meningkatkan hingga sekitar 1.400 hektare,” ungkapnya.

Sementara Bupati Luwu, Patahudding mengatakan, atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada Kabupaten Luwu melalui Pembangunan infrastruktur irigasi tersebut ia menyampaikan apresiasi.

“Masyarakat telah menantikan perbaikan jaringan irigasi yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan sehingga menghambat aktivitas pertanian, untuk itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu, dan seluruh masyarakat kami mengucapkan terimakasi kedpaa Bapak Gubernur atas terlaksananya program rehabilitasi irigasi ini,” ucapnya.

“Kurang lebih tujuh tahun, sebagian masyarakat tidak dapat mengelola sawah secara maksimal yang diakibatkan kerusakan pada jaringan irigasi. Semoga dan setelah proyek ini selesai, sawah masyarakat kembali produktif,” tambah Bupati Luwu.

Menurut Patahudding, Pembangunan irigasi tersebut tidak hanya berdampak pada petani padi, namun juga akan mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan secara keseluruhan.

“Harapan kami, pembangunan jaringan irigasi ini dapat terus dilanjutkan sehingga menjangkau wilayah Balubu, Padang Lambe, Simpur, dan daerah lainnya yang masih membutuhkan pasokan air,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa, Pembangunan irigasi merupakan investasi jangka Panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

“Peningkatan luas lahan produktif akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi para petani melalui peningkatan hasil panen setiap musim tanam,” kata Gubernur Sulsel.

Selain itu, Gubernur Sulsel juga meminta kontraktor pelaksana agar bekerja secara profesional dan menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Selain itu, ia memastikan pemerintah provinsi akan terus mengevaluasi jaringan irigasi lanjutan agar semakin banyak lahan pertanian yang dapat memperoleh layanan air secara optimal.

Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Luwu, Gubernur Sulawesi Selatan turut menyerahkan bantuan berupa dua unit tractor kepada Pemeritah Desa Sampeang.

Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelohan lahan sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat Kabupaten Luwu.

Diinformasikan, Rehabilitasi Daerah Irigasi Lengkong Pini Paket 4 tersebut memiliki Panjang penanganan sekitar 11.881 meter, dengan nilai anggaran sebesar Rp17,89 miliar.

Pekerjaan tersebut meliputi rehabilitasi dua unit bending dan sebelas unit bangunan irigasi yang diharapkan mampu meningkatkan pelayanan jaringan irigasi bagi lahan pertanian masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *