Dua Legislator Senior Lutim Akui IAS Gabung Golkar Picu Rivalitas Antar Partai di Sulsel

Ngopi Pagi bareng sejumlah tokoh masyarakat Luwu Timur membuka aktivitas silaturahmi politik Ilham Arief Sirajuddin di wilayah Luwu Raya-Ajatappareng.

LUTIM — Ngopi Pagi bareng sejumlah tokoh masyarakat Luwu Timur membuka aktivitas silaturahmi politik Ilham Arief Sirajuddin di wilayah Luwu Raya-Ajatappareng, di Wisma Musafir, Malili, Lutim, Selasa, 7 Juni 2022.

Dua politisi senior Luwu Timur, Badawi dan Sarkawi A Hamid turut hadir. Siapa sangka, Badawi yang juga Ketua Fraksi Golkar Lutim, dan Sarkawi yang juga sekretaris Fraksi Gerindra Lutim punya banyak kenangan dengan wali kota Makassar 2004-2014 itu.

Bacaan Lainnya

Badawi menceritakan, kembalinya IAS ke Partai Golkar menjadi amunisi vital menghadapi pemilu legislatif di Sulsel 2024 mendatang.

“Pak IAS bukan orang baru di Golkar. Kekuatan silaturahminya saya yakini akan membangkitkan kader-kader Golkar yang selama ini kurang aktif. Atau kehilangan semangat. Sederhananya memang melahirkan semangat baru di Beringin. Tidak ada yang bisa bantah soal ini,” kata peraih 2700 suara di dapil II Lutim pada pileg 2019 lalu ini.

Sementara itu, Sarkawi menceritakan sengaja mampir menyapa IAS murni karena kedekatan personal. “Hubungan emosional dengan Kak IAS itu tidak pernah bisa terhapus hanya karena beda partai,” ujar anggota DPRD 5 periode ini.

Sarkawi dekat ketika IAS menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel. Dia masih berstatus kader Golkar dan anggota DPRD Lutim. “Soal Kak IAS kembali ke Golkar, saya menganggapnya akan meningkatkan tensi rivalitas partai-partai di Sulsel menatap pemilu mendatang,” terang peraih 3000 suara di dapil II Lutim ini.

Setelah mengitari wilayah Selatan Sulsel di pengujung pekan lalu, IAS kembali menjadwalkan menyisir wilayah Luwu Raya, Ajatappareng. Roadshow kedua sebagai kader Golkar ini dijadwalkan berlangsung 6 hingga 9 Juni 2022.

Sayangnya, akibat penerbangan yang trouble, Senin 6 Juni, seluruh jadwal ditunda sehari. IAS lalu berangkat darat dari Makassar.

IAS memberi perhatian besar terhadap Luwu Raya. Sebelum resmi pindah ke Golkar, setahun terakhir wali kota Makassar 2004-2014 ini sudah tiga kali menginjakkan kaki di Luwu Raya.

Sosok yang dijuluki Bapak Pembangunan Makassar karena kesuksesannya membangun Kota Anging Mammiri ini juga mengaku perlu mengabarkan secara langsung kepada senior Golkar di berbagai daerah bahwa dirinya sudah kembali ke bawah pohon beringin rindang. “Ruh politik itu silaturahmi. Jaga silaturahmi, siapapun pasti eksis,” tegasnya. (*)





















Pos terkait