Gubernur Sulsel Minta Pelaku Bullying Penjual Jalangkote Diproses Hukum

  • Whatsapp
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah
57

MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menyayangkan kejadian seorang bocah penjual jalangkote di Kabupaten Pangkep jadi korban perundungan (bullying) oleh sejumlah pemuda. Nurdin meminta agar para pelaku segera diproses hukum.

“Menyikapi perundungan (bullying) yang dialami anak kita RZ oleh sekelompok anak muda di Pangkep dan viral di Tanah Air, saya tentu prihatin dan sangat menyesalkan kejadian tersebut,” ujar Nurdin melalui akun Instagram milik Nurdin Abdullah, Senin (18/5/2020) seperti dilansir ritmee.co.id dari Detikcom.

Bacaan Lainnya

Terlebih menurut Nurdin Abdullah, aksi bully kepada RZ terjadi saat RZ tengah membantu ekonomi kedua orang tuanya, yakni dengan berkeliling menjual jalangkote, makanan khas Sulsel.

“Saat ini para pelaku perundungan telah diamankan di Polres Pangkep. Saya berharap mereka ini diproses hukum sesuai Undang-undang yang berlaku,” imbuh Nurdin Abdullah.

Setiap korban bullying atau perundungan pasti akan mengalami dampak terhadap mental dan psikologinya. Nurdin ingin kasus serupa tidak terjadi lagi.

“Ini tentu tidak baik buat perkembangan seorang anak, olehnya saya mengajak kita semua untuk stop bullying, mari mendidik anak kita untuk tidak melakukan perundungan kepada siapa pun, dengan cara apa pun,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, 8 orang yang ditangkap polisi terkait bully terhadap RZ di Kabupaten Pangkep, Sulsel, ditetapkan jadi tersangka. Polisi mengantongi 2 video aksi bully terhadap RZ.

“Ada 8 orang yang kita amankan dan semuanya telah kita tetapkan sebagai tersangka hari ini,” kata Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji, Senin (18/5).

Kedelapan orang yang ditetapkan tersangka tersebut terdiri atas pelaku utama yang dalam video viral tampak memukul RZ hingga tersungkur. Sementara tersangka lainnya ialah pelaku yang merekam dan mengunggah video. (*)



Pos terkait