Jamaah Umroh Perdana Asal Indonesia Tiba di Arab Saudi

  • Whatsapp
Wakil Presiden RI ke-10 & 12 Jusuf Kalla bersama mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Syafruddin mendapat kesempatan melaksanakan ibadah umroh di tengah Pandemi Covid-19 oleh Pihak Kerajaan Arab Saudi. JK berserta rombongan diberikan izin dari Sekjen Liga Dunia Islam, Muhammad Abdul Karim Al Issa saat mendarat di Bandara King Abdul Azis Jeddah, Minggu (25/10).
4

Jakarta – Pandemi virus Corona sempat menghentikan kegiatan ibadah umat Islam ke Arab Saudi. Kini umroh bisa dilaksanakan lagi, bagaimana proses keberangkatan jemaah dari Indonesia?

Jemaah umroh asal Indonesia dari kloter pertama itu mendarat di Arab Saudi pada Minggu (1/11/2020) sore. Rombongan itu pun menjadi jamaah umroh pertama asal Indonesia yang beribadah di tanah suci di tengah pandemi COVID-19 sejak ditutup pada bulan Februari.

Bacaan Lainnya

“Data terakhir yang terdata di dalam pesawat, ada 317 jamaah yang terbang,” ujar Limi Maria Gorreti, Humas Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia), sesuai laporan dari H Zaky Z Anshary Lc, MA, Kabid Umrah Amphuri, dilansir detikTravel, Senin (2/11/2020).

Keberangkatan umroh perdana saat pandemi virus Corona itu take off dari Bandara Soetta. Kesiapan jamaah dicek langsung dan dilepas oleh Dirbina Haji Umrah Kemenag H Arfi Hatim dan pejabat Kemenag beserta Pejabata Kemenkes & BNPB, serta Dubes Arab Saudi Esam A Abid Elthagafi.

Sesuai protokol kesehatan pencegahan COVID-19 pesawat tidak diisi penuh. Jemaah umroh harus selalu memakai masker di pesawat. Jika ketahuan melepas masker maka jemaah akan langsung ditegur oleh awak kabin.

“Kemudian, di dalam pesawat akan ada dua formulir pernyataan kesehatan yang harus diisi oleh jamaah. Formulir tersebut dikeluarkan oleh Kementerian kesehatan dan BNPB Saudi,” dia menejlaskan.

Tiba di Arab Saudi kemarin, jamaah harus melakukan dua kali pemeriksaan kesehatan, satu kali pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan keaslian PCR, serta pemeriksaan imigrasi dan pengambilan bagasi.

Kemudian jamaah akan diatur untuk naik ke bus yang sudah disiapkan. Tiap bus akan diberi nomer untuk mempermudah jamaah. Kapasitas bus hanya boleh diisi sekitar 40 persen saja, yakni sekitar 20 orang.

“Di dalam bus sudah ada muthowwif/guide orang Arab Saudi,” dia menambahkan.

Sesampainya di Kota Mekah, jamaah umroh akan langsung menuju hotel untuk menjalani karantina. Selama karantina, jamaah tidak diperbolehkan untuk meninggalkan kamar. (*)





Pos terkait