Kerabatnya Positif Covid-19, Gubernur NA Batal Divaksin

  • Whatsapp
5

MAKASSAR — Indonesia memulai vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1/2021) kemarin, dimana Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19. Selanjutnya, pada 14 Januari tenaga kesehatan dan juga pejabat publik yang terdaftar divaksin. Termasuk Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah melauching program ini di Rumah Sakit Dadi Makassar di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kamis, 14 Januari 2021. Ia bersama 14 pejabat lainnya terdaftar. “Baru saja kita melaunching vaksin perdana untuk Sulsel,” kata Nurdin Abdullah.

Bacaan Lainnya

Tidak semua orang dapat divaksin dalam Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK 02.02/4/1/2021 Tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19. Terdapat 15 kondisi orang yang tidak bisa divaksin.

Di dalam format skrining khusus untuk vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) tersebut, terdapat sedikitnya 16 pertanyaan yang mesti dijawab oleh calon penerima vaksin.

Nurdin Abdullah sendiri tidak memenuhi salah satu kondisi walaupun dalam keadaan sehat. Sehingga untuk tahap pertama ini belum dilakukan vaksinasi. Ini setelah dilakukan screening dan pengkajian.

Demikian juga dengan beberapa pejabat lainnya yang tidak memenuhi kriteria seperti pernah positif atau tekanan darah tinggi.

“Karena ini juga kriteria yang harus betul-betul kita perhatikan. Seperti saya dari kriteria kesehatan semua memenuhi syarat. Termasuk tekanan darah dan sebagainya. Tapi karena ada kerabat yang terkonfirmasi positif maka kami (saya) tidak bisa divaksin,” sebutnya.

Kondisi yang dimaksud adalah terdapat anggota keluarga serumah yang kontak erat atau suspek atau konfirmasi atau sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19 sebelumnya. Ia selanjutnya, melalui Kementerian Kesehatan untuk mengkaji hal ini, sebab tenaga kesehatan juga setiap hari menghadapi pasien terkonfirmasi positif.

“Jujur saja kami semua sudah siap untuk melakukan vaksinasi, tetapi kriterianya itu yang membuat tidak bisa,” imbuhnya. Nurdin sendiri dijadwalkan akan melakukan vaksinasi tiga bulan kemudian. (adn)

Pos terkait