Mahasiswa Desak Kajati Sulsel Tuntaskan Dugaan Korupsi Program Toilet Smart dan Recoveri Container

MAKASSAR — Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Makassar unjuk rasa di gedung Kejati Sulsel dugaan korupsi massal program strategis Pemkot Makassar Toilet Smart dan Recoveri Container.

Aliansi Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat makassar demo mendesak Polda Sulawesi Selatan dan Kejari Sulsel untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan container, Makassar Recover Covid-19 yang menelan anggaran Rp16 miliar. Aksi dilakukan di depan kantor kejaksaan tinggi Sulawesi selatan. Kamis (24/11/2022)

Bacaan Lainnya

Mereka menduga penegak hukum tidak serius dalam mengungkap dugaan kasus korupsi yang menelan anggaran milliaran tersebut.

Kordinator Aksi, Delon mengungkapkan, banyak kejanggalan dari proyek kontainer recover yang memang patut dipertanyakan, mereka meyakini dari pengusutan awal, penyidik memungkinkan telah menemukan indikasi penyimpangan namun tidak berlanjut, sehingga pihaknya turun meminta agar penegak hukum tidak main-main soal dugaan kasus korupsi ini.

“Dalam kasus ini telah di lakukan pemeriksaan terhadap camat se-kota Makassar. Saya yakin penyidik telah mengumpulkan bukti yang mengarah pada dugaan korupsi. Karena itu kami akan selalu melakukan follow up atas kasus ini,” katanya.

Ia juga meminta untuk dilakukan pemeriksaan tehadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat. Kata dia, tak terlalu sulit menemukan benang merah kasus ini jika penegak hukum memang serius mengawal kasus tersebut.

“Kan sebenarnya semua jelas. Apa perannya camat itu jelas. Siapa terlibat secara teknis itu juga jelas. Penyimpangannya di mana, ya lebih mudah ditelusuri. Jadi menurut kami ini tidak rumit. Kami juga meminta penyidik tidak hanya fokus kepada camat, tapi juga mengusut pihak lain yang terlibat sebagai pengendali proyek, termasuk petinggi pemkot makassar karena kami menduga ia juga terlibat dalam kasus ini,” bebernya.

Selain itu Kordinator Mimbar Daus menyampailan dalam orasinya, proyek kontainer recover menelan anggaran cukup besar, yang diglontorkan di masa pandemic covid 19. Sehingga penanganannya patut mendapat prioritas lebih, apalagi Institusi Polri sekarang menjadi sorotan masyarakat, ia berharap tidak ada lagi kongkalikong dalam penaganan kasus korupsi.

“Karena proyeknya dilakukan di masa pandemi. Jadi harus prioritas. Sama dengan kasus bansos, kan itu dapat prioritas karena terkait hajat masyarakat banyak dan digulirkan saat warga dalam kesulitan. Bahkan pelakunya juga harus dihukum lebih berat. Inikan sudah komitmen bersama yang sudah disampaikan presiden dan para penegak Hukum termasuk Kapolri dengan dalih presisi,” ucapnya.

Sebelumnya, Desember 2021 penyidik Polda Sulsel telah melakukan penyidikan terhadap proyek pengadaan kontainer Makassar Recover Covid-19. Dan telah memeriksa beberapa oknum camat. (*)











Pos terkait