Sekda Luwu Buka Sosialisasi Pengelolaan Arsip Dinasmis, Sulaiman: Arsip Merupakan Memori Kolektif

Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Sulaiman saat membuka Sosialisasi Pengelolaan Arsip Dinamis yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu di aula Kantor Bappelitbangda, Selasa (21/06/2022). (Ft/Diskominfo Luwu)

BELOPA— Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Sulaiman membuka acara sosialisasi pengelolaan arsip dinamis yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu di aula Kantor Bappelitbangda, Selasa (21/06/2022).

Dalam sambutannya, Sulaiman mengatakan, sosialisasi pengelolaan arsip dinamis sangat penting untuk dilakukan agar mampu meningkatkan pengelolaan kearsipan yang komprehensip dan berkualitas.

 “Karena pentingnya kegiatan ini maka saya harapkan kepada seluruh peserta, untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik baiknya demi menambah pengetahuan dan wawasan kita dalam pengelolaan kearsipan dan menyajikan arsip menjadi informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu,: katanya.

Menurut Sulaiman, arsip merupakan memori kolektif dan bahkan sebagai bukti akuntabilitas atau bukti pertanggung jawaban penyelenggaraan pemerintahan, wajib dikelolah dengan baik dan benar, karena arsip yang tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan permasalahan-permasalahan, seperti rusaknya atau hilangnya informasi, berdampak pada permasalahan hukum, sulitnya mencari arsip itu sendiri, dan hilangnya aset aset daerah karena bukti kepemilikan tidak tersimpan dengan baik.

“Belajar dari berbagai permasalahan kearsipan, baik permasalahan dengan daerah lain seperti permasalahan batas wilayah, maupun dengan lembaga atau perorangan seperti permasalahan pembebasan tanah/lahan dan lain sebagainya,” terangnya.

“Arsip atau dokumen yang menyangkut dengan hal tersebut harus dijaga, dirawat dan dikelola dengan benar, tidak saja demi kelangsungan penyelenggaraan pemerintahan, juga untuk menjaga kedaulatan dan aset daerah serta terjaminnya akses informasi untuk diwariskan pada generasi mendatang, sehingga tidak ada pembelokan ataupun pengkaburan sejarah sebagai identitas dan jati diri daera,” tambah Sulaiman.

Sosialisasi Pengelolaan Arsip Dinamis ini menghadirkan 2 orang pemateri dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Kepala Bidang Kearsipan, M. Basri yang membawakan materi terkait Kebijakan Sistem Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Problematika dan Pembinaan Kearsipan. Pemateri yang lain adalah Arsiparis ahli Madya, Irzal Natsir yang membahas tentang Managemen Kearsipan.(rls/fit)