Tak Ada Ganti Rugi, Kebun dan Rumah Warga Rusak Akibat Proyek Jalan Pemprov Sulsel di Palopo

  • Whatsapp
Suasana pengerjaan jalan di Latuppa, kota Palopo. Gambar direkam Sabtu (23/1/2021).
10

PALOPO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang saat ini tengah melakukan pembangunan jalan ruas Latuppa kota Palopo – Bonglo – Salulimbung – Pantilang Kabupaten Luwu.

Proyek yang menelan anggaran Rp16,6 miliar dari APBD Provinsi itu dikerjakan oleh PT Sulawesi Permai. Hanya saja, pengerjaan ini dikeluhkan oleh warga, kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang Kota Palopo, Sining.

Sining sangat merasakan dampak pembangunan tersebut. Betapa tidak hampir setiap hari rumah miliknya dijatuhi material proyek pembangunan jalan bahkan terancam tertimbun. Rumahnya memang berada di bagian bawah sehingga rentan terkena longsor. Paling parah ketika hujan datang, membawa material hingga masuk ke dalam rumah.

Material longsor akibat proyek pengerjaan jalan masuk ke rumah Sining.

Ia mengaku sudah menemui pekerja beberapa waktu yang lalu, namun Sining merasa kecewa karena tidak ada kejelasan. Meski kondisi ekonominya tergolong tidak mampu, ia lebih memilih pindah membangun rumah tinggal yang baru.

“Tidak ada ganti rugi. Terpaksa saya bangun rumah, daripada was-was. Siapa yang mau tanggung nyawa saya,” katanya dengan nada marah Sabtu (23/1/2021).

Takut tertimbun material pengerjaan jalan, Sining memilih membangun rumah tinggal baru bersama istri dan anaknya.

Selain rumah, tanamannya seperti cengekh juga mati akibat tertimbun material pengerjaan jalan. Bukan hanya Sining, puluhan pohon cengkeh milik Naim yang berada di lokasi juga tertimbun. Tak ada kompensasi sedikitpun dari pelaksana proyek.

Salah satu pegawai Dinas PUPR Sulsel yang berada di lokasi saat ditemui beberapa waktu yang lalu, juga memilih bungkam saat ditanya mengenai kondisi ini. Ia malah pergi dan meninggalkan wartawan.

Terpisah, Okto yang ditemui di Base Camp perusahaan yang terletak di kelurahan Murante kota Palopo juga seolah bungkam mengenai ganti rugi. “Agak susah kita hindari, karena kadang setiap saat longsor. Nanti kita upayakan, untuk selalu membuat saluran air. Yang masalah, kalau kita pas tidak ada di lokasi, longsor lagi,” katanya. Simak video suasana pengerjaan jalan di Latuppa, berikut ini. (asm)

Pos terkait