Tak Banyak yang Tahu, Ini Sejarah Tahun Masehi

HARI ini tepat tanggal 1 Januari 2020 atau hari pertama di tahun baru penanggalan masehi. Tiap tahun, seluruh dunia menyambut datangnya tahun baru dengan berbagai kemeriahan. Kembang api dan terompet menjadi benda yang identik dengan datangnya tahun baru.

Namun, banyak diantara mereka tidak mengetahui sejarah tahun baru masehi. Menurut wikipedia, Kalender Masehi atau Anno Domini (AD) dalam bahasa Inggris adalah sebutan untuk penanggalan atau penomoran tahun yang digunakan pada kalender Julian dan Gregorian. Era kalender ini didasarkan pada tahun tradisional yang dihitung sejak kelahiran Yesus dari Nazaret. Masehi dihitung sejak hari tersebut, sedangkan sebelum itu disebut Sebelum Masehi atau SM.

Bacaan Lainnya

Perhitungan tanggal dan bulan pada Kalender Julian disempurnakan pada tahun 1582 menjadi kalender Gregorian. Penanggalan ini kemudian digunakan secara luas di dunia untuk mempermudah komunikasi.

Kata Masehi (disingkat M) dan Sebelum Masehi (disingkat SM) berasal dari bahasa Arab, yang berarti ‘yang membasuh,’ ‘mengusap’ atau ‘membelai’. Kata ini dalam terjemahan Alkitab bahasa Arab dipakai untuk istilah bahasa Ibrani ‘Mesiah’ atau ‘Mesias’ yang artinya ‘Yang diurapi’.

Awal tahun Masehi merujuk kepada tahun yang dianggap sebagai tahun kelahiran Nabi Isa Al-Masih (Yesus Kristus atau dalam bahasa Ibrani: ‘Yesua ha-Masiah’) karena itu kalender ini dinamakan menurut Yesus atau Masihiyah (Mesias).

Kebalikannya, istilah Sebelum Masehi (SM) merujuk pada masa sebelum tahun tersebut. Sebagian besar orang non-Kristen biasanya mempergunakan singkatan M dan SM ini tanpa merujuk kepada konotasi Kristen tersebut.

Sistem penanggalan yang merujuk pada awal tahun Masehi ini mulai diadopsi di Eropa Barat selama abad ke-8. Penghitungan kalender ini dimulai oleh seorang biarawan bernama Dionysius Exiguus (atau “Denis Pendek”) dan mula-mula dipergunakan untuk menghitung tanggal Paskah (Computus) berdasarkan tahun pendirian Roma.

Di Indonesia sendiri, selain tahun Masehi yang digunakan secara resmi, secara tidak resmi masyarakat juga mengenal tahun Hijriyah/tahun islam, tahun Imlek/tahun Tionghoa dan tahun jawa. (*)

Pos terkait