Zona Merah Covid-19, Mulai Besok Kegiatan Warga Tana Toraja Dibatasi

MAKASSAR — Kementerian Dalam Negeri telah menetapkan perluasan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di luar Jawa dan Bali. Hal ini karena daerah tersebut dinyatakan zona merah penyebaran Covid-19.

Di Sulsel, ada dua daerah yang masuk level IV yakni Makassar dan Toraja. Hal itu disampaikan oleh Tim Ahli Satgas Covid-19 Sulsel, Ridwan Amiruddin. Ridwan menyampaikan indikator Makassar dan Toraja terjaring PPKM Level IV karena kasus hariannya tinggi dan berada di zona merah.

Bacaan Lainnya

“Makassar dan Toraja masuk, PPKM level empat akan diterapkan mulai 26 Juli sampai 8 Agustus,” beber Ridwan dikutip dari Tribuntimur.com, Minggu (25/07/2021). Dijelaskan Ridwan, level empat adalah level terberat dari klasifikasi PPKM yang diterapkan World Health Organization (WHO). Level empat indikatornya, jumlah baru lebih 150 kasus.

“Tentu Makassar kan sudah 500 kasusnya, yang dirawat lebih 30, yang meninggal diatas 5, itu memenuhi indikator PPKM level IV,” katanya. Denga demikian, di Makassar dan Toraja akan dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat dimulai besok, Senin (26/07/2021) hingga dua pekan ke depan.

Dikutip dari Karebatoraja.com, beberapa hari sebelumnya, Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung telah mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan tersebut. Pembatasan kegiatan masyarakat itu antara lain, kegiatan belajar mengajar di sekolah, perguruan tinggi dan akademi mesti dilakukan secara daring (online).

Kemudian, kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti Rambu Solo’ dan Rambu Tuka serta kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang, untuk sementara ditunda.

Ketiga, kegiatan ibadah, baik di gereja, masjid, maupun rumah ibadah lainnya, tidak diperkenankan. Masyarakat diminta berada di rumah masing-masing dan mengikuti ibadah yang dilaksanakan secara virtual.

Keempat, semua tempat atau objek wisata di Tana Toraja ditutup sementara. Kemudian rumah makan, restoran, dan sejenisnya, boleh buka tapi hanya bisa menerima tamu dengan kapasitas 50%.

Angkutan umum, bus AKDP, kendaraan pribadi diizinkan beroperasi tapi hanya boleh memuat penumpang 50% dari kapasitas kendaraan. Khusus untuk bus AKDP, sopir dan penumpang wajib hasil rapid antigen non reaktif. (*/adn)



Pos terkait